BeritaMasyarakat

Ketika CSR Diukur dari Dampak

8
×

Ketika CSR Diukur dari Dampak

Sebarkan artikel ini
Bank Kalsel KC Tanjung Raih Predikat Terbaik dalam Pengelolaan CSR 2025

CSRINDONESIANEWS – Program tanggung jawab sosial perusahaan semakin dituntut untuk tidak berhenti pada jumlah kegiatan yang terlaksana. Lebih dari itu, efektivitas, kepatuhan, inovasi, kolaborasi, serta dampak yang ditinggalkan bagi masyarakat menjadi ukuran penting keberhasilan sebuah program.

Prinsip tersebut menjadi bagian dari sistem penilaian Bank Kalsel dalam menentukan kantor cabang terbaik dalam pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR).

Setelah melalui proses evaluasi terhadap 13 kantor cabang Bank Kalsel di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel Cabang Tanjung akhirnya ditetapkan sebagai cabang terbaik dalam pengelolaan CSR untuk tahun 2025.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi cabang dalam mengelola program CSR sesuai pedoman perusahaan sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di wilayah kerjanya.

Direktur Operasional Bank Kalsel, H. Iwan, mengatakan apresiasi tersebut diberikan setiap tahun kepada cabang yang dinilai berhasil mengelola program CSR dengan baik.

“Setiap tahun kami gelar dan untuk tahun 2025 penghargaan terbaik diraih Cabang Tanjung,” ujar Iwan, didampingi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel Firmansyah, seusai media gathering di Hotel Platinum Surabaya, Kamis, 3 September 2026.

 

Bukan Sekadar Banyak Kegiatan

Di balik penghargaan tersebut terdapat mekanisme penilaian yang dirancang untuk melihat pengelolaan CSR secara lebih menyeluruh.

Gina, PIC apresiasi CSR Bank Kalsel, menjelaskan bahwa pelaksanaan program CSR di tingkat cabang harus mengacu pada pedoman perusahaan. Pedoman tersebut secara berkala diperbarui, antara lain berdasarkan hasil pemeriksaan, untuk memastikan setiap program berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah indikator menjadi dasar evaluasi. Mulai dari tingkat keaktifan cabang, bidang kegiatan yang dijalankan, dampak program terhadap masyarakat, kepatuhan terhadap pedoman, hingga jumlah kegiatan yang direalisasikan.

Namun, banyaknya kegiatan bukan menjadi satu-satunya parameter.

BACA JUGA :  PT Timah Hadir Untuk Membantu Pengobatan Bayi di Pangkalpinang

“Penilaiannya dilihat dari keaktifan cabang, bidang kegiatan, dampak kegiatan, kepatuhan apakah sesuai pedoman atau tidak, kemudian jumlah kegiatan,” jelas Gina.

Perspektif tersebut menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap CSR. Kuantitas memang penting untuk melihat konsistensi, tetapi kualitas program dan manfaat yang dihasilkan menjadi bagian yang tidak kalah menentukan.

Keaktifan cabang pun tidak hanya diterjemahkan melalui kelengkapan administrasi dan pemberkasan. Inisiatif dalam menyusun program serta kemampuan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi nilai tambah tersendiri.

“Keaktifan cabang itu bukan hanya melengkapi pemberkasan sesuai yang diminta, tetapi juga inisiatif program. Kalau ada kolaborasi dengan pemerintah setempat, itu menjadi nilai lebih,” kata Gina.

 

Dari Evaluasi Menuju Apresiasi

Penetapan cabang terbaik juga melalui proses berjenjang. Setelah seluruh indikator dievaluasi, hasil penilaian tidak serta-merta ditetapkan oleh pengelola CSR.

Hasil evaluasi terlebih dahulu disampaikan kepada jajaran direksi untuk mendapatkan persetujuan. Setelah mendapat persetujuan, barulah penghargaan diumumkan kepada seluruh kantor cabang.

“Untuk penunjukan cabang menjadi yang terbaik dari penilaian tersebut, kami serahkan ke direksi untuk meminta persetujuan. Setelah disetujui, baru kami umumkan ke cabang,” ujar Gina.

Program apresiasi pengelolaan CSR Bank Kalsel ini telah berlangsung selama tiga tahun. Pada 2023, predikat terbaik diberikan kepada KC Balangan. Setahun berikutnya, penghargaan diraih KC Amuntai. Sementara untuk periode 2025, KC Tanjung menjadi cabang yang berada di posisi teratas.

 

Menjaga Konsistensi di Tingkat Cabang

Bagi KC Tanjung, penghargaan tersebut bukan akhir, melainkan tantangan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas program.

Pgs Kepala Bank Kalsel KC Tanjung, Rabbiyanur Fahmi, mengatakan frekuensi kegiatan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses penilaian. Namun, seluruh pelaksanaan tetap harus berada dalam koridor indikator yang telah ditetapkan kantor pusat.

BACA JUGA :  Bila Para Ahli Dermatologi Dunia Bertemu di Oligio XPERT Meeting & WAVE 2026

Hingga saat ini, realisasi program CSR KC Tanjung pada 2026 berada di kisaran 70 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih terus berjalan dan dikembangkan sesuai agenda yang telah direncanakan.

“Untuk penilaiannya, salah satu yang dilihat adalah frekuensi pelaksanaan kegiatan. Jadi, penilaiannya berdasarkan poin-poin yang sudah ditetapkan,” ujar Rabbiyanur.

Program CSR KC Tanjung mencakup sejumlah bidang, terutama keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan. Setiap kegiatan dilaksanakan dengan mengacu pada daftar dan pedoman yang telah ditetapkan kantor pusat, termasuk dalam hal administrasi serta pelaporan.

“CSR kita mencakup bidang keagamaan, sosial dan kemasyarakatan, sesuai dengan daftar atau pedoman yang sudah ditetapkan oleh kantor pusat. Termasuk juga aspek administrasi dan pelaporan kegiatan,” jelasnya.

 

Menjadikan CSR Lebih Bermakna

Predikat sebagai cabang terbaik pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling banyak menjalankan kegiatan. Penghargaan tersebut merefleksikan bagaimana sebuah kantor cabang mampu menerjemahkan komitmen perusahaan ke dalam program yang terukur, patuh terhadap tata kelola, sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi Bank Kalsel KC Tanjung, capaian tersebut menjadi modal untuk melangkah lebih jauh. Tantangannya kini adalah memastikan setiap program CSR memiliki manfaat yang semakin nyata, memperluas kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta menjaga keseimbangan antara kepatuhan dan inovasi.

Sebab, CSR yang berkelanjutan bukan sekadar tentang berapa banyak kegiatan yang dilakukan, melainkan tentang seberapa jauh sebuah program mampu meninggalkan perubahan yang berarti bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *