BeritaMasyarakat

Dari Maros ke NTT: Bandara Sultan Hasanuddin Salurkan Bantuan Pascagempa

18
×

Dari Maros ke NTT: Bandara Sultan Hasanuddin Salurkan Bantuan Pascagempa

Sebarkan artikel ini
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

CSRINDONESIANEWS – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan pada Selasa (18/8/2026). General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Keterlibatan Bandara Sultan Hasanuddin dalam penghimpunan dan penyaluran bantuan ini mendapat dukungan dari Kantor Pusat PT Angkasa Pura Indonesia (Persero). Langkah ini menunjukkan bahwa unit usaha di daerah turut dilibatkan dalam respons kemanusiaan yang diinisiasi bersama Forkopimda setempat.

Bantuan yang dikumpulkan berupa kebutuhan dasar korban bencana, meliputi popok bayi, selimut, makanan, air minum, dan sembako. Barang-barang tersebut dihimpun bersama sejumlah unsur Forkopimda Sulsel, seperti Kodam XIV Hasanuddin, Polda Sulsel, Kejati Sulsel, Kodaeral VI, Kodau II, Divif 3 Kostrad, Binda, dan Lanud Sultan Hasanuddin. Menurut Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, total bantuan yang terkumpul mencapai kurang lebih 25 ton, termasuk ratusan kilogram obat-obatan. Ruly Artha berharap bantuan ini dapat segera diterima masyarakat terdampak sehingga dapat meringankan kebutuhan mereka di tengah proses pemulihan pascabencana. Jenis-jenis bantuan yang dihimpun mencerminkan kebutuhan mendesak korban bencana pada tahap tanggap darurat.

Proses pengiriman bantuan mendapat dukungan dari Lanud Sultan Hasanuddin, yang menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara untuk mengangkut logistik tersebut. Dari Maros, bantuan kemudian didistribusikan melalui Lanud El Tari Kupang menuju sejumlah wilayah yang menjadi titik distribusi, termasuk Labuan Bajo, Nabire, dan Maumere. Skema kolaborasi lintas instansi ini menjadi cara untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Keterlibatan Lanud Sultan Hasanuddin dalam pengangkutan menunjukkan bahwa proses distribusi bantuan ini melibatkan koordinasi antara pihak bandara, TNI, dan pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Pendaftaran Duta Mangrove Indonesia 2027 Resmi Dibuka, Saatnya Generasi Muda Menjadi Penjaga Mangrove Indonesia

Ruly juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Forkopimda Sulsel, Lanud Sultan Hasanuddin, serta berbagai pihak lain yang bergerak bersama membantu korban gempa. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen bandara untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan kepedulian dan solidaritas bersama. Pernyataan tersebut disampaikan Ruly di sela-sela persiapan pengiriman bantuan di Kabupaten Maros.

 

Sinergi lintas lembaga ini turut melibatkan jajaran Angkasa Pura Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda dan pihak-pihak yang terlibat dalam penghimpunan bantuan tersebut. Ia menyebut proses pengumpulan bantuan berlangsung cepat berkat inisiatif bersama dari berbagai unsur, termasuk kontribusi CSR perusahaan. Andi Sudirman menyampaikan hal tersebut di Lanud Sultan Hasanuddin, Maros, pada Selasa (18/8/2026). Ucapan terima kasih tersebut juga ditujukan kepada Lanud Sultan Hasanuddin yang membantu proses pengangkutan bantuan menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.

Partisipasi Bandara Sultan Hasanuddin melalui program CSR ini menunjukkan bagaimana kepedulian perusahaan dapat diwujudkan melalui aksi kolaboratif bersama pemerintah daerah dan unsur TNI. Bantuan yang disalurkan berfokus pada kebutuhan dasar korban bencana, mulai dari makanan, air minum, dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari hingga obat-obatan. Bagi bandara, penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pada momen-momen yang membutuhkan solidaritas bersama. Ke depannya, kelancaran distribusi bantuan ke titik-titik yang dituju akan bergantung pada koordinasi lanjutan antara pihak-pihak yang terlibat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *