BeritaLingkungan

Finalis Miss Elite Global dan Miss Intercelestial Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove PIK

26
×

Finalis Miss Elite Global dan Miss Intercelestial Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove PIK

Sebarkan artikel ini

CSRINDONESIANEWS – Komunitas Mangrove Jakarta bersama Gerak Tanpa Batas mengajak para finalis Miss Elite Global dan Miss Intercelestial untuk terlibat langsung dalam kegiatan penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove PIK, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus pengalaman langsung bagi para finalis untuk mengenal pentingnya ekosistem mangrove Indonesia. Para peserta tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai fungsi mangrove bagi lingkungan pesisir dan kehidupan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan isu konservasi kepada generasi muda dan figur publik dari berbagai negara. Melalui kegiatan tersebut, Mangrove Jakarta dan Gerak Tanpa Batas berharap pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dapat dibawa oleh para finalis ke komunitas mereka masing-masing.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai ekosistem mangrove yang dipandu oleh Paundra Hanutama, Founder Mangrove Jakarta. Dalam sesi tersebut, para finalis diperkenalkan pada fungsi mangrove sebagai pelindung kawasan pesisir, habitat berbagai jenis biota, serta ekosistem yang memiliki peran penting dalam menyerap karbon. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik penanaman agar peserta memahami proses konservasi tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung. Para finalis terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari persiapan bibit hingga proses penanaman di kawasan yang telah ditentukan. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta internasional untuk melihat secara langsung salah satu kekayaan ekosistem pesisir yang dimiliki Indonesia.

Selain penanaman, peserta juga mengikuti Mangrove Nexus Workshop, yang mengajak peserta memahami keterkaitan antara mangrove, masyarakat, iklim, keanekaragaman hayati, dan ekonomi berkelanjutan. Workshop tersebut memberikan perspektif bahwa konservasi mangrove tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya. Para peserta diajak melihat bagaimana ekosistem mangrove dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan. Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta dari berbagai latar belakang dan negara yang saling berbagi pandangan mengenai isu lingkungan. Melalui Mangrove Nexus, kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi penanaman, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjaga lingkungan.

BACA JUGA :  CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka

Finalis Miss Elite Global USA, Sol Tinio, menyampaikan apresiasinya setelah mengikuti kegiatan tersebut dan mengaku mendapatkan pengalaman baru mengenai konservasi mangrove di Indonesia. “This experience was very meaningful because we were able to learn about mangroves and at the same time take action by planting them ourselves. I believe that environmental conservation should not only be something we talk about, but something we experience and practice together. As a finalist of Miss Elite Global, I hope I can bring this message back to my community and encourage more young people to care about our environment,” ujar Sol Tinio. Menurutnya, pengalaman langsung di kawasan mangrove memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan hanya mempelajari isu lingkungan melalui informasi atau media. Ia juga menilai kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana bagi para beauty pageant untuk menggunakan platform mereka dalam menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.

Founder Mangrove Jakarta, Paundra Hanutama, mengatakan bahwa keterlibatan para finalis dari berbagai negara merupakan kesempatan untuk memperluas pesan konservasi mangrove ke tingkat internasional. “Kami ingin para finalis tidak hanya datang ke Indonesia untuk mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan pengetahuan tentang mangrove. Ketika mereka ikut menanam, belajar, dan memahami hubungan antara mangrove dengan masyarakat, mereka memiliki cerita yang bisa dibagikan kepada komunitas di negara masing-masing. Inilah yang kami harapkan dari kegiatan seperti ini, yaitu membangun environmental ambassadors yang mampu menyampaikan pesan konservasi melalui platform mereka,” ujar Paundra. Ia menambahkan bahwa generasi muda dan figur publik memiliki peran penting dalam memperluas kesadaran mengenai perlindungan ekosistem pesisir. Menurutnya, kolaborasi lintas negara dapat menjadi salah satu cara untuk membangun gerakan lingkungan yang lebih luas.

BACA JUGA :  Belum Banyak Tersentuh Bantuan, Dompet Dhuafa Jangkau Penyintas di Dusun Bawang Merah

Kegiatan penanaman mangrove bersama finalis Miss Elite Global dan Miss Intercelestial ditutup dengan refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui aksi nyata. Selama dua jam, para peserta tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai edukasi lingkungan, konservasi berbasis masyarakat, dan keterkaitan ekosistem melalui Mangrove Nexus Workshop. Mangrove Jakarta dan Gerak Tanpa Batas berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara komunitas lingkungan dan berbagai platform internasional. Para finalis juga diharapkan dapat menjadi bagian dari jejaring anak muda yang membawa pesan konservasi ke berbagai negara. Melalui kolaborasi antara lingkungan, edukasi, dan youth empowerment, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian mangrove dapat menjadi gerakan bersama yang melampaui batas negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *