Bianca Olita Azzahra, perwakilan Kalimantan Selatan sekaligus mahasiswi LSPR Institute Jakarta, terpilih sebagai pemenang Duta Mangrove Indonesia 2027. Pencapaian ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian ekosistem mangrove. Pemilihan Duta Mangrove Indonesia merupakan bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan mampu mengomunikasikan isu konservasi secara kreatif. Terpilihnya Bianca diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan anak muda dalam kampanye lingkungan, khususnya perlindungan kawasan pesisir. Sebagai mahasiswa yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, Bianca diharapkan mampu membawa pesan konservasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi. Pencapaian ini juga menjadi awal dari tanggung jawab untuk menerjemahkan gelar yang diraih menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan.

Sebagai perwakilan Kalimantan Selatan, Bianca membawa identitas daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem pesisir dan kawasan mangrove. Ekosistem mangrove memiliki fungsi penting dalam menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota, membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi pada lokasi yang sesuai, serta menyimpan karbon dalam biomassa dan sedimennya. Namun, keberlanjutan ekosistem ini membutuhkan perhatian bersama melalui perlindungan habitat, pemulihan kawasan yang terdegradasi, dan edukasi masyarakat. Melalui perannya sebagai Duta Mangrove Indonesia 2027, Bianca diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai fungsi ekologis mangrove dan tantangan pelestariannya. Pemanfaatan media sosial, kegiatan edukasi, serta kolaborasi dengan komunitas dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan kampanye lingkungan. Dengan pendekatan yang komunikatif dan partisipatif, pesan konservasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

Paundra Hanutama, Founder Yayasan Mangrove Indonesia Lestari dan Mangrove Jakarta Impact, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Bianca Olita Azzahra sebagai pemenang Duta Mangrove Indonesia 2027. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penghubung antara pengetahuan lingkungan dan aksi nyata di masyarakat. “Kami berharap Bianca dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan gelar Duta Mangrove Indonesia sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata. Menjadi duta lingkungan bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu menginspirasi orang lain, membangun kolaborasi, dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian mangrove,” ujar Paundra. Ia menambahkan bahwa seorang duta perlu terus memperluas pengetahuan mengenai isu lingkungan agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat tetap relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemampuan komunikasi yang baik juga perlu diimbangi dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan konservasi. Dengan demikian, Bianca diharapkan dapat menjadi figur muda yang mendorong tumbuhnya kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.
Sebagai mahasiswi LSPR Institute Jakarta, Bianca memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kemampuan komunikasi dan jejaring akademiknya dalam mendukung penyebaran pesan konservasi. Kampanye lingkungan dapat dikembangkan melalui diskusi kampus, kegiatan edukasi di sekolah, pembuatan konten digital, serta kolaborasi dengan komunitas dan organisasi lingkungan. Pendekatan komunikasi yang kreatif dapat membantu menjelaskan isu mangrove dengan bahasa yang mudah dipahami oleh generasi muda. Selain itu, kegiatan lapangan seperti penanaman dan pemantauan mangrove dapat memberikan pengalaman langsung mengenai proses konservasi dan tantangan yang dihadapi. Perpaduan antara edukasi dan aksi nyata diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya memahami pentingnya mangrove, tetapi juga mengambil bagian dalam perlindungannya. Melalui berbagai inisiatif tersebut, peran Duta Mangrove Indonesia dapat berkembang menjadi platform edukasi dan partisipasi publik.

Paundra menegaskan bahwa masa tugas seorang duta lingkungan merupakan kesempatan untuk mengembangkan kepemimpinan, memperluas jaringan kolaborasi, dan menjalankan program yang memiliki tujuan jelas. Menurutnya, kontribusi tidak selalu harus dimulai melalui kegiatan besar, tetapi dapat tumbuh dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. “Kami ingin Bianca berani membawa gagasan, membangun kerja sama, dan memulai gerakan dari lingkungan terdekatnya. Generasi muda memiliki kekuatan untuk menyebarkan pesan positif, tetapi dampak yang berkelanjutan membutuhkan komitmen, pembelajaran, dan tindakan nyata,” jelas Paundra. Ia berharap Bianca dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk terlibat dalam isu lingkungan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dukungan dari kampus, komunitas, dan mitra konservasi juga dapat membantu memperkuat pelaksanaan program selama masa tugasnya. Dengan kolaborasi yang tepat, gagasan kreatif generasi muda berpotensi berkembang menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Terpilihnya Bianca Olita Azzahra sebagai pemenang Duta Mangrove Indonesia 2027 diharapkan menjadi awal perjalanan untuk memperkuat edukasi dan partisipasi generasi muda dalam pelestarian mangrove. Yayasan Mangrove Indonesia Lestari dan Mangrove Jakarta Impact mendorong agar peran duta diikuti dengan kegiatan yang berkesinambungan, mulai dari kampanye publik hingga keterlibatan dalam program konservasi. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pencapaian saat pemilihan, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab dan membangun kolaborasi. Melalui peran ini, Bianca diharapkan dapat membawa pesan konservasi kepada masyarakat luas sekaligus mengajak lebih banyak anak muda untuk terlibat dalam menjaga ekosistem pesisir. “Harapan kami, Bianca tidak hanya menjadi representasi Duta Mangrove Indonesia 2027, tetapi juga menjadi penggerak yang mampu mengubah kepedulian menjadi tindakan. Masa depan mangrove membutuhkan kontribusi bersama, dan generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan upaya pelestariannya terus berjalan,” tutup Paundra. Dengan semangat dan komitmen yang berkelanjutan, pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak pemimpin muda yang peduli terhadap lingkungan Indonesia.












