CSRINDONESIANEWS — Ketika kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan, persoalan yang muncul bukan hanya gangguan jarak pandang. Kualitas udara yang menurun turut memengaruhi kesehatan, membatasi aktivitas masyarakat, hingga menuntut kesiapan lebih besar dalam penanganan kebencanaan.
Di tengah situasi tersebut, Telkomsel kembali menghadirkan kepedulian melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Sambungkan Senyuman. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, perusahaan menyalurkan bantuan prioritas kesehatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan.
Bantuan tersebut mencakup masker, vitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, oksigen portabel untuk kebutuhan penanganan respirasi secara cepat, serta air mineral. Bantuan dirancang untuk mendukung masyarakat sekaligus para relawan yang berada di lapangan menghadapi dampak kabut asap.
Bagi Telkomsel, kepedulian dalam situasi kebencanaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Kehadiran perusahaan juga diarahkan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap komunikasi dan informasi yang dibutuhkan ketika kondisi lingkungan membatasi mobilitas.
“Kami memahami betapa beratnya aktivitas sehari-hari di tengah kondisi kabut asap saat ini. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati dan kepedulian yang mendalam, kami turut prihatin atas dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Kalimantan,” ujar General Manager Mobile Consumer Business Region Telkomsel Kalimantan, Eureka Meliala.
Menurut Eureka, bantuan tersebut merupakan bentuk simpati sekaligus upaya Telkomsel untuk membantu menjaga kesehatan warga dan relawan. Pada saat yang sama, perusahaan berupaya memastikan aktivitas komunikasi dan koordinasi kebencanaan di lapangan tetap berjalan tanpa hambatan.
Kepedulian yang Menjangkau Berbagai Wilayah
Aksi di Kalimantan Selatan menjadi bagian dari rangkaian respons Telkomsel terhadap kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan.
Sebelumnya, bantuan telah disalurkan secara bertahap melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat serta Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah pada 6 dan 7 Agustus 2026.
Kepedulian tersebut juga diwujudkan melalui aksi langsung di tengah masyarakat. Telkomsel membagikan masker dan vitamin secara gratis kepada pengguna jalan di depan kantor Branch Telkomsel maupun sejumlah lokasi strategis lainnya di Kalimantan.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa respons perusahaan tidak hanya mengandalkan mekanisme koordinasi dengan lembaga kebencanaan, tetapi juga berusaha mendekatkan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang berada di ruang publik.
Menjaga Konektivitas Saat Aktivitas Terbatas
Dalam situasi kabut asap yang juga beriringan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas justru semakin penting.
Informasi mengenai kondisi lingkungan, koordinasi penanganan bencana, komunikasi keluarga, hingga kegiatan pendidikan membutuhkan jaringan yang tetap dapat diandalkan.
Karena itu, Telkomsel menempatkan keandalan infrastruktur komunikasi sebagai salah satu prioritas. Tim teknis jaringan disiagakan untuk melakukan pemantauan dan pemeliharaan berkala terhadap base transceiver station (BTS), khususnya yang berada di area rawan atau berdekatan dengan titik api.
Kesiapan layanan fixed broadband IndiHome juga menjadi bagian dari perhatian perusahaan, terutama untuk mendukung kegiatan belajar dari rumah bagi siswa di sejumlah lokasi yang terdampak kondisi kabut asap.
Dengan konektivitas yang tetap terjaga, masyarakat dapat mengakses informasi penting, berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat, serta mempertahankan sejumlah aktivitas sehari-hari tanpa harus meningkatkan paparan terhadap kondisi udara di luar ruangan.
Dalam konteks kebencanaan, konektivitas pada akhirnya bukan sekadar layanan telekomunikasi. Ia menjadi bagian dari infrastruktur sosial yang membantu masyarakat tetap terhubung ketika situasi normal harus berubah.
Kolaborasi untuk Meringankan Dampak
BPBD Kalimantan Selatan menyambut positif dukungan yang diberikan Telkomsel. Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menyampaikan apresiasi atas kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Telkomsel atas kepeduliannya melalui bantuan CSR yang diberikan melalui kami. Semoga dapat membantu meringankan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan khususnya di Kalsel,” ujar Ronny.
Kolaborasi antara sektor usaha dan lembaga penanggulangan bencana menjadi penting dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat. Perusahaan dapat berkontribusi melalui sumber daya dan kapasitas yang dimiliki, sementara lembaga terkait memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
ESG dalam Aksi Nyata
Bagi Telkomsel, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam keberlanjutan bisnis perusahaan.
Dukungan terhadap masyarakat terdampak kabut asap merepresentasikan dimensi sosial dari komitmen tersebut, sekaligus memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat menggunakan kapabilitasnya untuk memberikan manfaat di luar aktivitas bisnis utama.
“Telkomsel senantiasa mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam setiap langkah dan proses bisnis berkelanjutannya, salah satunya melalui dukungan bantuan dampak kabut asap ini,” tutur Eureka.
Di tengah kepungan kabut asap, kepedulian pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana memastikan masyarakat tetap terlindungi, memperoleh informasi, dan dapat saling terhubung.
Melalui Sambungkan Senyuman, Telkomsel berupaya menghadirkan makna tersebut—menghubungkan teknologi dengan kepedulian, serta memastikan konektivitas tetap menjadi jembatan bagi masyarakat ketika kondisi di lapangan menuntut lebih banyak solidaritas dan kerja bersama. (*)












