BeritaLingkungan

Dari Limbah Menjadi Performa: Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

9
×

Dari Limbah Menjadi Performa: Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Sebarkan artikel ini
Sebuah jersey olahraga tidak lagi sekadar identitas peserta dalam sebuah ajang lari. Di tangan Pertamina Eco RunFest 2026, jersey menjadi bagian dari pesan yang lebih besar: bahwa material yang pernah berakhir sebagai limbah masih dapat memiliki kehidupan baru dan nilai guna.

CSRINDONESIANEWS   — Sebuah jersey olahraga tidak lagi sekadar identitas peserta dalam sebuah ajang lari. Di tangan Pertamina Eco RunFest 2026, jersey menjadi bagian dari pesan yang lebih besar: bahwa material yang pernah berakhir sebagai limbah masih dapat memiliki kehidupan baru dan nilai guna.

Mengusung prinsip keberlanjutan sebagai fondasi penyelenggaraan, Pertamina Eco RunFest 2026 menggandeng brand apparel olahraga lokal Manta Liberta untuk menghadirkan eco jersey yang menggunakan material daur ulang. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk konkret komitmen Pertamina dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam penyelenggaraan event berskala besar.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, penggunaan jersey ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya perusahaan memastikan aspek pengelolaan sampah dan keberlanjutan menjadi elemen penting dalam pelaksanaan Eco RunFest 2026.

“Penggunaan jersey ramah lingkungan merupakan salah satu komitmen Pertamina untuk memastikan pelaksanaan Eco RunFest 2026 benar-benar mengedepankan aspek lingkungan,” ujar Baron.

Ketika Limbah Memiliki Kehidupan Kedua

Pertamina Eco RunFest 2026 diproyeksikan melibatkan sekitar 14 ribu pelari dalam Eco Run serta 10 ribu pengunjung Energizing Music Festival. Skala partisipasi tersebut menjadikan event ini bukan hanya sebagai ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga ruang edukasi untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurut Baron, pesan tersebut menjadi bagian penting dari semangat Eco RunFest 2026. Masyarakat tidak hanya diajak berlari, tetapi juga bergerak bersama menjaga bumi melalui kebiasaan dan aksi nyata.

“Dari sebuah jersey, kita dapat melihat bagaimana material yang sebelumnya menjadi limbah dapat memiliki kehidupan baru. Inilah bentuk nyata bagaimana prinsip keberlanjutan dapat diterapkan dalam sebuah kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas,” katanya.

BACA JUGA :  Oreo Berbagi Seru Dorong Ekosistem Pendidikan yang Lebih Interaktif di Ogan Ilir

Konsep tersebut diterjemahkan melalui pengembangan eco jersey yang memanfaatkan material daur ulang, terutama limbah botol plastik dan material tekstil. Prosesnya tidak berhenti pada pemanfaatan material bekas, tetapi juga memperhatikan kualitas dan kebutuhan performa sebuah apparel olahraga.

Co-Founder Manta Liberta Aldy Nur Prastya menjelaskan, kolaborasi dengan Pertamina diawali melalui proses riset dan pengembangan material yang secara khusus didedikasikan untuk Pertamina Eco RunFest 2026.

Material yang digunakan telah mengacu pada standar sertifikasi Global Recycled Standard (GRS), yang menjadi bagian dari upaya memastikan penggunaan material daur ulang dalam produk tersebut.

“Selain aspek material recycle, fitur performa juga menjadi yang utama. Material recycle jersey ini juga memiliki spesifikasi antibacterial, anti odor dan moisture wicking,” jelas Aldy.

Dengan demikian, prinsip ramah lingkungan tidak harus berkompromi dengan fungsi. Jersey tetap dirancang untuk menunjang aktivitas olahraga dengan karakteristik yang mendukung kenyamanan dan performa pelari.

Mengubah 210 Ribu Botol Menjadi Produk Bernilai

Salah satu aspek menarik dari pengembangan eco jersey ini adalah potensi penyerapan material limbah dalam jumlah besar.

Manta Liberta memperkirakan produksi eco jersey Pertamina Eco RunFest 2026 dapat menyerap hingga 210 ribu botol plastik, atau setara sekitar 2,5 ton sampah botol plastik.

Angka tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah produk dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi sirkular. Material yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah diarahkan kembali ke dalam siklus produksi untuk menghasilkan produk baru yang memiliki fungsi dan nilai ekonomi.

Namun, proses tersebut membutuhkan ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari pengumpulan material, pemilahan, pengolahan, pengembangan material, desain, hingga proses produksi harus berjalan dalam satu rantai yang terintegrasi.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memperluas pemanfaatan material yang masih memiliki nilai guna,” ujar Aldy.

BACA JUGA :  Bantu Warga Terdampak Gempa, Alfamart Gandeng BPBD Salurkan Kebutuhan Pokok di NTT

Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pelaku industri, produsen, komunitas, hingga masyarakat sebagai konsumen untuk membangun ekosistem yang mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan nilai baru.

Tujuh Pilar Keberlanjutan

Eco jersey merupakan salah satu dari tujuh inisiatif keberlanjutan yang dihadirkan dalam Pertamina Eco RunFest 2026. Keenam inisiatif lainnya meliputi eco innovation, eco mission, eco talent, eco production, eco waste management, dan eco education.

Ketujuh inisiatif tersebut dirancang untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong inovasi, edukasi, penerapan prinsip sirkular dalam produksi acara, serta pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Pendekatan ini membuat konsep keberlanjutan ditempatkan bukan sebagai pelengkap acara, melainkan sebagai bagian dari keseluruhan pengalaman Eco RunFest.

Melalui eco innovation, misalnya, inovasi pengelolaan sampah didorong untuk menjawab persoalan lingkungan di tingkat masyarakat, termasuk lingkungan sekolah. Sementara eco production mengedepankan penerapan prinsip sirkular dalam proses produksi event.

Di sisi lain, eco waste management diarahkan pada pengelolaan sampah secara menyeluruh, sedangkan eco education menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jejak lingkungan dan pentingnya perubahan perilaku.

Pada akhirnya, eco jersey menjadi simbol sederhana dari gagasan yang lebih besar. Sebuah botol plastik yang pernah dianggap sebagai sampah dapat diproses kembali menjadi material, dirancang menjadi pakaian olahraga, kemudian digunakan oleh ribuan orang dalam sebuah gerakan bersama.

Pertamina Eco RunFest 2026 akan digelar pada 6 Desember 2026 di Plaza Parkir Timur dan Istora, Senayan, Jakarta. Dengan membawa olahraga, hiburan, dan keberlanjutan dalam satu ruang, ajang ini diharapkan tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan, tetapi turut mendorong kebiasaan baru masyarakat dalam memperlakukan lingkungan.

BACA JUGA :  PT Timah Hadir Untuk Membantu Pengobatan Bayi di Pangkalpinang

Sebab, menjaga bumi pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang mampu berlari, melainkan tentang seberapa jauh perubahan perilaku dapat terus dilanjutkan setelah garis finis terlewati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *