BeritaMasyarakat

Jababeka Perkuat Kolaborasi Hadapi Ancaman Kekeringan di Bekasi

5
×

Jababeka Perkuat Kolaborasi Hadapi Ancaman Kekeringan di Bekasi

Sebarkan artikel ini
Menjaga ketahanan pangan sekaligus memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.

CSRINDONESIANEWS – Ancaman kekeringan mulai membayangi aktivitas pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga dunia usaha yang memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.

PT Jababeka Infrastruktur menjadi salah satu pihak yang turut mengambil bagian. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Jababeka berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk merespons dampak kekeringan, terutama yang mulai dirasakan para petani di wilayah hilir.

Kepedulian tersebut terlihat saat Head of Industrial and Public Engagement PT Jababeka Infrastruktur, Beta Safitri, mendampingi Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja meninjau kondisi saluran irigasi BKG 26 di Kecamatan Pebayuran, Selasa (6/10/2026).

Menurut Beta, informasi mengenai kekeringan yang mulai berdampak terhadap masyarakat menjadi pemicu bagi Jababeka untuk mengambil peran lebih aktif.

“Kami menerima informasi bahwa akhir-akhir ini terjadi kekeringan dan itu berdampak pada petani-petani di sekitar hilir Bekasi. Itu yang membuat kami dari Jababeka tergerak untuk berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Bekasi,” ujar Beta.

Bagi Jababeka, keterlibatan dalam persoalan tersebut bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan mencari langkah yang dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan secara lebih berkelanjutan.

“Bagaimana cara mengatasi agar kekeringan itu tidak berdampak hingga ke para petani,” katanya.

 

Dari Ketahanan Pangan hingga Pendidikan

Keterlibatan Jababeka dalam isu sosial di Kabupaten Bekasi juga tidak berhenti pada persoalan pertanian dan irigasi. Sepanjang 2026, perusahaan bersama sejumlah tenant di kawasan industri menjalankan berbagai program yang menyasar kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di sektor pendidikan, misalnya, Jababeka aktif menggandeng sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di sekitar kawasan industri. Para siswa mendapatkan pembekalan mengenai kesiapan memasuki dunia kerja, mulai dari keterampilan menghadapi wawancara hingga kompetensi yang dibutuhkan di lingkungan profesional.

BACA JUGA :  Bantuan Usaha Pemerintah Pusat Diterima Kepala Sub Suku Emaner

Program tersebut melibatkan sekitar 16 perusahaan tenant yang berada di kawasan Jababeka.

“Dari sisi pendidikan kami aktif datang ke SMK-SMK untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan bagaimana mereka bisa terampil dari sisi interview saat interview pekerjaan, kemudian teknik-teknik kompetensi lainnya,” jelas Beta.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana program CSR dapat diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi masa depan.

Dukungan terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui penguatan sarana dan prasarana sekolah. Salah satu tenant Jababeka turut membantu perbaikan atap dan bangunan SD Hegarmanah 01. Hasil pembangunan tersebut direncanakan akan diresmikan dalam waktu dekat.

Sementara itu, dukungan berupa peralatan dan fasilitas pendidikan juga diberikan kepada sejumlah sekolah di wilayah Cikarang Timur dan Cikarang Utara.

“Selain itu juga kita aktif support alat-alat dan fasilitas lainnya di sekolah-sekolah di sekitar Cikarang Timur, Cikarang Utara,” ujar Beta.

 

CSR sebagai Investasi Sosial

Beragam inisiatif tersebut mencerminkan pendekatan Jababeka dalam menempatkan CSR sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem sosial yang lebih kuat di sekitar kawasan industri.

Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci agar program yang dijalankan dapat menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat. Mulai dari menjaga keberlangsungan pertanian di tengah ancaman kekeringan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja.

Di tengah tekanan terhadap sektor pertanian akibat kondisi kekeringan, sinergi lintas sektor menjadi semakin penting. Dukungan dunia usaha dapat melengkapi langkah pemerintah dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Pada akhirnya, CSR tidak lagi sekadar berbicara mengenai pemberian bantuan. Lebih dari itu, ia menjadi bagian dari investasi sosial—membangun kapasitas, membuka peluang, dan menciptakan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. (*)

BACA JUGA :  Bekasi Terbaik I: Ketika CSR Menjadi Mesin Kolaborasi Pembangunan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *