BeritaLingkungan

Dari Fasilitas ke Pemberdayaan, Menakar Keberlanjutan TJSL Sarana Jaya

6
×

Dari Fasilitas ke Pemberdayaan, Menakar Keberlanjutan TJSL Sarana Jaya

Sebarkan artikel ini
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kini tak lagi cukup dinilai dari seberapa banyak fasilitas yang berhasil dibangun. Lebih jauh dari itu, keberadaan sebuah program harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata, melibatkan masyarakat, serta bertahan dalam jangka panjang.

CSRINDONESIANEWS – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kini tak lagi cukup dinilai dari seberapa banyak fasilitas yang berhasil dibangun. Lebih jauh dari itu, keberadaan sebuah program harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata, melibatkan masyarakat, serta bertahan dalam jangka panjang.

Perspektif tersebut turut menjadi perhatian Panitia Khusus (Pansus) CSR DPRD DKI Jakarta saat meninjau pelaksanaan sejumlah program TJSL Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Ketua Pansus CSR DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, memberikan apresiasi terhadap empat program yang dijalankan Sarana Jaya, yakni Urban Farming Nuansa Pondok Kelapa, PAUD Satu Nusa, Taman Baca Samawa, dan Bank Sampah Samawa.

“Kami sangat apresiasi implementasi CSR-nya Sarana Jaya. Ternyata dilihat dari paparan dan realita itu bisa terlampaui. Kami berharap di BUMD atau di perusahaan lain pun demikian,” ujar Ghozi melalui keterangannya, Selasa (6/10).

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan program TJSL tidak berhenti pada pembangunan fisik. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas yang telah tersedia benar-benar digunakan, dikelola, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Urban farming, misalnya, diharapkan tidak sekadar menjadi ruang penghijauan, tetapi juga dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi warga. Begitu pula PAUD yang bukan hanya menghadirkan ruang belajar, taman baca yang harus terus hidup dengan aktivitas literasi, serta bank sampah yang diharapkan mampu membangun kebiasaan baru sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Empat program tersebut memperlihatkan arah TJSL yang mulai bergerak dari pola bantuan menuju pemberdayaan. Pendidikan, literasi, lingkungan, dan ketahanan pangan ditempatkan dalam satu ekosistem sehingga manfaat yang dihasilkan dapat saling memperkuat.

Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes, mengatakan pihaknya terbuka terhadap evaluasi dan masukan yang diberikan Pansus CSR DPRD DKI Jakarta. Evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program TJSL ke depan.

BACA JUGA :  Pertamina Patra Niaga Fokuskan Pemberdayaan Perempuan

“Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan. Tentunya ke depan akan terus kami perbaiki, baik terkait Urban Farming, PAUD, Taman Baca, maupun Bank Sampah. Kami berkomitmen agar keberadaan Sarana Jaya tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik kota, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat Jakarta,” ujar Bernard.

Bagi Sarana Jaya, pekerjaan rumah berikutnya bukan sekadar menambah jumlah program atau fasilitas TJSL. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap program memiliki keberlanjutan setelah pembangunan dan seremoni berakhir.

Keterlibatan warga, keberlanjutan pengelolaan, serta manfaat sosial dan ekonomi menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan sebuah program. Dengan demikian, TJSL tidak berhenti sebagai bentuk kepedulian perusahaan, tetapi berkembang menjadi investasi sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata.

Sebagai BUMD DKI Jakarta yang bergerak di sektor infrastruktur dan properti, Sarana Jaya memiliki peran strategis dalam pembangunan kota. Karena itu, kontribusinya tidak hanya diukur dari gedung, kawasan, atau fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari seberapa besar nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dapat ditinggalkan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan TJSL bukan semata tentang apa yang telah dibangun, melainkan tentang apa yang tetap hidup, berkembang, dan memberi manfaat setelah program tersebut selesai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *