CSRINDONESIANEWS.COM – Upaya menyediakan hunian layak bagi masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat, sebanyak 10.670 unit rumah ditargetkan dibangun bersama perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Hingga saat ini, sebanyak 5.014 unit rumah telah berhasil dibangun sejak awal tahun. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang aman, layak, dan sesuai kebutuhan, sekaligus memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan sosial.
Menjangkau Berbagai Wilayah
Program CSR perumahan ini memiliki cakupan wilayah yang cukup luas. Pembangunan dan renovasi rumah telah berlangsung di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, Maluku, hingga berbagai wilayah di Kalimantan dan Papua.
Dari sejumlah daerah tersebut, Jawa Tengah menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbesar, yakni mencapai 2.208 unit rumah. Berikutnya Jawa Barat dengan 692 unit dan Sumatera Utara sebanyak 628 unit.
Besarnya cakupan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan sektor swasta tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai daerah yang membutuhkan dukungan hunian.
Dari Huntap hingga Renovasi Rumah
Bentuk dukungan yang diberikan melalui program CSR juga beragam. Sebagian perusahaan membantu pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain pembangunan rumah baru, dukungan juga diberikan melalui pembangunan rumah susun (rusun) serta renovasi rumah tidak layak huni menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman.
Skema ini membuat program CSR tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pemulihan masyarakat pascabencana sekaligus peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Perusahaan Swasta Turut Ambil Bagian
Sejumlah perusahaan dan yayasan turut berkontribusi dalam program tersebut. Yayasan Buddha Tzu Chi, misalnya, terlibat dalam renovasi rumah di Banyumas serta pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di wilayah Sumatera.
Sementara itu, Djarum berkontribusi melalui renovasi rumah di Kudus. Adapun Astra turut mendukung perbaikan rumah di Garut dan kawasan Menteng.
Keterlibatan berbagai perusahaan tersebut memperlihatkan bagaimana program tanggung jawab sosial perusahaan dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara lebih konkret.
Bukan Program Baru
Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha melalui CSR di sektor perumahan juga telah berjalan sejak 2025. Kementerian PKP mencatat, sepanjang tahun tersebut terdapat 9.701 rumah yang berhasil dibangun dan direnovasi.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.149 rumah baru dan 8.552 rumah hasil renovasi, dengan sebaran wilayah mulai dari Aceh hingga Papua Tengah.
“Total CSR Nasional Tahun Anggaran 2025 per 31 Desember 2025: 9.701 rumah,” demikian keterangan Kementerian PKP yang dikutip pada Rabu (2/9/2026).
Dengan terus bertambahnya keterlibatan sektor swasta, program CSR perumahan berpotensi menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat penyediaan hunian layak. Bukan sekadar membangun rumah, kolaborasi ini juga menyentuh aspek pemulihan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)












