Image default
CSR Update

Saat Sisa Batu Bara Dipakai Bangun Kota: Cerita CSR PLN di Cilegon

Ada yang menarik dari kerja sama yang ditandatangani Pemerintah Kota Cilegon dan PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya pada Senin, 13 Juli 2026 lalu. Bukan sekadar seremoni penandatanganan CSR biasa, program ini menyasar dua persoalan lingkungan di Cilegon: banjir dan minimnya ruang hijau di tengah kota industri. PLN Indonesia Power, sebagai perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, memilih terlibat langsung dalam menangani persoalan lingkungan, bukan hanya lewat bantuan yang sifatnya sesaat. Pemkot Cilegon pun menyambut kerja sama ini sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di daerahnya.

Salah satu bentuk kontribusi yang menonjol dari program ini adalah pembuatan biopori dan sumur resapan di sejumlah titik di wilayah kota. Sederhananya, biopori itu lubang resapan yang membantu air hujan cepat masuk ke tanah, jadi tidak menggenang lama di jalan atau permukiman. Kalau dipikir-pikir, ini pendekatan yang cukup masuk akal: alih-alih hanya membersihkan sisa banjir setelah kejadian, programnya justru mencoba mencegah air menggenang sejak awal. Penambahan area resapan menjadi salah satu bentuk upaya untuk menangani persoalan genangan air di wilayah yang padat aktivitas industri seperti Cilegon.

Program ini juga merambah ke konservasi hutan kota. Di tengah kawasan yang dikelilingi pabrik dan pembangkit listrik, keberadaan hutan kota menjadi ruang hijau yang penting bagi lingkungan perkotaan. Bagi perusahaan sekelas PLN Indonesia Power, ikut menjaga hutan kota bisa dibilang selaras dengan posisinya di sektor energi, sehingga upaya menjaga lingkungan menjadi salah satu hal yang relevan dengan keberadaan perusahaan di kawasan tersebut. Warga yang tinggal dekat dengan area pembangkit maupun yang tinggal jauh dari sana sama-sama bisa merasakan manfaat dari keberadaan ruang hijau ini.

Yang cukup unik, kerja sama ini juga memanfaatkan limbah FABA, sisa pembakaran batu bara dari proses produksi listrik, untuk kebutuhan pembangunan. Ketimbang dibiarkan menumpuk jadi limbah, sisa produksi ini justru diolah kembali jadi sesuatu yang berguna. Pemanfaatan FABA membuat program ini tidak hanya berfokus pada bantuan kepada masyarakat, tetapi juga pada pengelolaan limbah yang dihasilkan dari kegiatan perusahaan. Cara ini menunjukkan upaya untuk menghubungkan kegiatan CSR dengan pengelolaan dampak dari kegiatan perusahaan.

Program ini ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cilegon, terutama melalui upaya penanganan lingkungan di area rawan banjir dan sekitar hutan kota. Pemkot Cilegon berperan menjembatani agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan daerah, bukan sekadar proyek yang terlihat bagus di atas kertas. Kerja sama seperti ini juga bisa jadi angin segar bagi pemerintah kota, karena beban penanganan masalah lingkungan tidak sepenuhnya ditanggung sendiri. Kerja sama ini menunjukkan bagaimana pemerintah daerah dan perusahaan dapat berbagi peran dalam menangani persoalan lingkungan, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada seberapa konsisten kedua pihak menjalankannya.

Secara keseluruhan, kerja sama CSR PLN Indonesia Power dan Pemkot Cilegon ini menggambarkan bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan bisa bergerak lebih jauh dari sekadar bantuan sosial ke arah yang lebih terhubung dengan isu lingkungan jangka panjang. Biopori, hutan kota, dan pemanfaatan limbah FABA sebenarnya saling mengisi dalam satu tujuan yang sama, yaitu mendukung kualitas lingkungan Cilegon di tengah aktivitas industri. Tentu saja, hasil nyata dari program ini baru akan terlihat seiring waktu, bukan langsung setelah tanda tangan kerja sama. Tapi setidaknya, langkah ini menunjukkan arah yang cukup jelas soal bagaimana perusahaan energi bisa ikut bertanggung jawab atas lingkungan tempatnya beroperasi.

Related posts

Oakwood Suites Kuningan Mendukung Pelestarian Lingkungan dengan Inisiatif Penggunaan Kertas Daur Ulang

editorcsr

360Kredi Wujudkan Kepedulian Lingkungan Melalui Aksi CSR: Penanaman Mangrove di Kawasan Ekowisata PIK

editorcsr

Perkuat Employee Engagement, China Construction First Group Indonesia Gelar Workshop dan Penanaman Mangrove Bersama Mangrove Jakarta Impact

editorcsr

Leave a Comment