Image default
CSR Update

Telkom Indonesia Perkuat Komitmen CSR melalui Restorasi Mangrove dan Pembangunan Rumah Bibit di NTB

Telkom Indonesia kembali memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan melakukan rehabilitasi ekosistem pesisir di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui program tersebut, Telkom menanam 1.000 bibit mangrove sekaligus menyerahkan bantuan rumah bibit dengan kapasitas hingga 5.000 bibit. Kegiatan yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Inisiatif tersebut juga merupakan bagian dari implementasi program BISA Biru di bawah Pilar BISA Lestari yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan ekosistem pesisir. Selain memberikan manfaat ekologis, program ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dan kapasitas masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir secara mandiri.

Program penanaman mangrove tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan CSR Telkom Indonesia yang mengedepankan kolaborasi dengan masyarakat. Rumah bibit yang diberikan diharapkan dapat menjadi fasilitas bagi masyarakat untuk melakukan pembibitan secara mandiri dan memastikan ketersediaan bibit untuk kegiatan restorasi berikutnya. Dengan kapasitas hingga 5.000 bibit, fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program sekaligus meningkatkan peran masyarakat sebagai bagian dari upaya konservasi pesisir. Penanaman mangrove juga memiliki manfaat penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menjaga habitat berbagai biota, serta mendukung penyerapan karbon. Melalui pendekatan tersebut, Telkom tidak hanya memberikan kontribusi dalam bentuk bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu melanjutkan upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan bahwa keberlanjutan harus diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus generasi mendatang. “Keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap memiliki ekosistem yang sehat untuk hidup dan berkembang. Melalui penyediaan rumah bibit dan penanaman mangrove di Nusa Tenggara Barat, Telkom ingin membangun kolaborasi bersama masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan. Melalui pilar BISA Biru, kami berupaya menghadirkan manfaat ekologis sekaligus nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir. Kami percaya, dengan semangat Bersama Jadi Bisa, setiap langkah kecil yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi bumi,” ujar Hery Susanto. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program CSR Telkom diarahkan tidak hanya pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga pada terciptanya dampak yang dapat terus berkembang di tingkat masyarakat.

Pelaksanaan program ini juga menjadi bagian dari komitmen Telkom Indonesia dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan ke dalam pelaksanaan TJSL. Melalui BISA Biru, perusahaan tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Pendekatan berbasis masyarakat dinilai penting karena keberhasilan restorasi mangrove membutuhkan pemeliharaan, pengawasan, dan pengelolaan secara berkelanjutan setelah proses penanaman dilakukan. Kehadiran rumah bibit menjadi salah satu bentuk dukungan konkret untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam melanjutkan kegiatan konservasi secara mandiri. Dengan demikian, manfaat program CSR diharapkan dapat berkembang dari aspek lingkungan menuju manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Selain menjadi bagian dari program TJSL Telkom Indonesia, kegiatan restorasi mangrove di NTB juga menjadi bentuk keberlanjutan dari rangkaian kegiatan perusahaan setelah penyelenggaraan Digiland Run 2026. Program tersebut menunjukkan bagaimana sebuah kegiatan perusahaan dapat dikembangkan menjadi kontribusi yang memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui penanaman 1.000 bibit dan pembangunan rumah bibit berkapasitas 5.000 bibit, Telkom berupaya menciptakan dampak yang tidak berhenti pada satu kegiatan penanaman. Program ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan mangrove sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang berkaitan dengan ekosistem pesisir. Kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan manfaat program dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Melalui konsistensi pelaksanaan program CSR dan TJSL, Telkom Indonesia terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Inisiatif restorasi mangrove di NTB diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perlindungan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan lingkungan. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 14 tentang Ekosistem Laut. Telkom meyakini bahwa kontribusi perusahaan terhadap lingkungan akan semakin kuat apabila dilakukan melalui kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Semangat Bersama Jadi Bisa menjadi landasan untuk terus menghadirkan program CSR yang tidak hanya memberikan dampak hari ini, tetapi juga menciptakan manfaat yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Related posts

Penanaman Mangrove dan Kegiatan Keakraban Karyawan KITZ Corporation of Asia Pacific Pte. Ltd. dalam Rangka Merayakan Hari Mangrove Sedunia 2024

editorcsr

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta, Peringati Hari Pendidikan Lingkungan Hidup Internasional 2024

editorcsr

PMI DKI Jakarta Siagakan Tim Kesehatan dan Pelayanan Darah Menjelang Pemilu

editorcsr

Leave a Comment