Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali diwujudkan oleh PT Solusi Energy Nusantara melalui kegiatan konservasi pesisir di Pulau Tidung bersama Mangrove Jakarta Impact. Kegiatan ini menjadi tahun ketiga kolaborasi kedua pihak dalam mendukung pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir di kawasan tersebut. Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga mencakup penanaman coral dan aksi Cleanup Day. Pendekatan tersebut dilakukan untuk melihat konservasi secara lebih menyeluruh dengan menjaga ekosistem pesisir, laut, sekaligus kebersihan lingkungan. Keterlibatan perusahaan secara berkelanjutan menunjukkan bahwa program lingkungan dapat dikembangkan melalui komitmen jangka panjang dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Melalui kolaborasi ini, PT Solusi Energy Nusantara dan Mangrove Jakarta Impact kembali mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam menjaga ekosistem Pulau Tidung.

Memasuki tahun ketiga, kegiatan penanaman mangrove menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberadaan vegetasi pesisir di Pulau Tidung. Mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai pelindung kawasan pesisir, habitat berbagai biota, serta bagian dari ekosistem yang berperan dalam menyerap dan menyimpan karbon. Penanaman juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pemahaman secara langsung mengenai proses konservasi dan pentingnya perawatan setelah penanaman. Menurut Deni Karsa Pamungkas, Kepala Divisi Keuangan PT Solusi Energy Nusantara, keberlanjutan program menjadi salah satu hal yang penting dalam pelaksanaan kegiatan lingkungan perusahaan. “Bagi kami, kegiatan lingkungan bukan hanya tentang melakukan penanaman, tetapi bagaimana membangun komitmen yang dapat dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun. Memasuki tahun ketiga bersama Mangrove Jakarta Impact, kami ingin memastikan bahwa kontribusi perusahaan dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Deni.
Selain mangrove, kegiatan konservasi juga mencakup penanaman coral sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan ekosistem laut di sekitar Pulau Tidung. Terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem perairan. Dengan menggabungkan penanaman mangrove dan coral, kegiatan ini memperlihatkan keterkaitan antara ekosistem pesisir dan laut yang perlu dijaga secara bersama-sama. Paundra Hanutama, Founder Mangrove Jakarta Impact, mengatakan bahwa konservasi sebaiknya dilakukan dengan melihat ekosistem secara utuh, bukan secara terpisah. “Mangrove dan coral memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya merupakan bagian dari ekosistem pesisir yang saling berkaitan. Karena itu, ketika kita melakukan konservasi di Pulau Tidung, kita ingin masyarakat dan peserta memahami bahwa menjaga pesisir berarti menjaga hubungan antara daratan, laut, dan kehidupan yang ada di dalamnya,” ungkap Paundra.

Aspek kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan melalui Cleanup Day di kawasan pesisir Pulau Tidung. Peserta bersama-sama melakukan pengumpulan sampah yang ditemukan di area sekitar pantai dan lingkungan pesisir. Sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah yang mendapat perhatian karena memiliki potensi memberikan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Menariknya, sebagian sampah plastik yang dikumpulkan tidak hanya dibuang, tetapi dimanfaatkan kembali menjadi gantungan kunci melalui proses sederhana yang memberikan nilai tambah. Inisiatif tersebut memperkenalkan konsep bahwa kegiatan bersih-bersih dapat dilanjutkan dengan edukasi mengenai pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki potensi. Dengan demikian, Cleanup Day tidak hanya menghasilkan kawasan yang lebih bersih, tetapi juga memberikan pesan mengenai pentingnya ekonomi sirkular dan perubahan perilaku terhadap sampah.
Menurut Paundra, pemanfaatan sampah plastik menjadi produk sederhana dapat menjadi cara untuk memperkenalkan prinsip ekonomi sirkular kepada masyarakat dan peserta kegiatan. “Kami ingin menunjukkan bahwa sampah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah. Ketika kita memilah dan mengolahnya dengan pendekatan yang tepat, sebagian material masih dapat diberikan kehidupan kedua. Gantungan kunci yang dibuat dari sampah plastik ini memang sederhana, tetapi pesan yang ingin kami sampaikan jauh lebih besar, yaitu pentingnya mengurangi sampah, menggunakan kembali material, dan melihat limbah sebagai bagian dari solusi,” jelas Paundra. Deni Karsa Pamungkas menambahkan bahwa pendekatan edukatif seperti ini membuat kegiatan CSR menjadi lebih bermakna karena peserta dapat melihat langsung hubungan antara aksi lingkungan dan perubahan perilaku. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di Pulau Tidung, tetapi nilai dan kebiasaan baik yang diperoleh peserta dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi tahun ketiga antara PT Solusi Energy Nusantara dan Mangrove Jakarta Impact di Pulau Tidung menjadi gambaran bahwa program konservasi dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara konsisten dan terintegrasi. Penanaman mangrove, penanaman coral, dan Cleanup Day menjadi tiga rangkaian yang saling melengkapi dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut. Pemanfaatan sampah plastik menjadi gantungan kunci juga memberikan dimensi edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan prinsip ekonomi sirkular. Ke depan, kolaborasi diharapkan dapat terus berkembang melalui kegiatan pemantauan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat konservasi dapat dipertahankan dalam jangka panjang. “Yang paling penting dari sebuah program lingkungan adalah keberlanjutannya. Ketika perusahaan dan komunitas terus hadir bersama, kita tidak hanya menanam mangrove atau coral, tetapi juga membangun budaya kepedulian terhadap lingkungan,” tutup Paundra Hanutama. Melalui komitmen tersebut, PT Solusi Energy Nusantara dan Mangrove Jakarta Impact berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan ekosistem Pulau Tidung dan kawasan pesisir Indonesia.











