CSRINDONESIANEWS – Kepedulian terhadap pelestarian warisan sejarah daerah diwujudkan PT Perkebunan Anak Negeri Pasaman (PT PANP) bersama PT Sentosa Asih Makmur (PT SAM) melalui penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Kalimantan Barat.
Bantuan senilai Rp20 juta tersebut diserahkan oleh Asisten Social Security License (SSL) PT PANP dan PT SAM, H. Abdul Rahman, dan diterima langsung oleh Yang Mulia Pangeran Ratu M. Tarhan di lingkungan Istana Alwatzikhoebillah, Senin (2/11/2026).
Abdul Rahman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keberadaan Istana Alwatzikhoebillah sebagai salah satu cagar budaya sekaligus peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Sambas.
Menurutnya, dana CSR tersebut direalisasikan dalam bentuk barang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan perawatan dan pemeliharaan kawasan istana.
“Alhamdulillah, melalui program CSR, kami ingin menunjukkan kepedulian terhadap keberadaan Istana Sambas yang merupakan cagar budaya dan peninggalan sejarah yang masih terjaga hingga saat ini. Bantuan senilai Rp20 juta ini kami salurkan dalam bentuk barang,” ujar Abdul Rahman.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang selama ini menjalankan kegiatan operasional di wilayah Kabupaten Sambas.
Lebih dari sekadar bantuan, langkah ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan warisan sejarah dan budaya daerah agar tetap terpelihara serta dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Ke depan, PT PANP dan PT SAM berencana memperkuat koordinasi dengan pihak pengelola istana untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan yang dapat didukung melalui program CSR secara berkelanjutan.
Salah satu perhatian yang tengah dipertimbangkan adalah pemeliharaan fisik bangunan, termasuk pengecatan tiang-tiang di halaman istana yang membutuhkan perawatan.
“Tentunya kami akan melihat kondisi dan kebutuhan yang memerlukan perbaikan. Misalnya, pengecatan tiang di halaman istana. Ini menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan dalam membantu perawatan Istana Sambas,” tutupnya.
Melalui kolaborasi tersebut, keterlibatan dunia usaha diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga identitas, sejarah, dan kekayaan budaya daerah. (*)












