CSRINDONESIANEWS – Memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, tiga Self-Regulatory Organization (SRO) memperkuat komitmen sosial melalui program Pasar Modal Peduli Flores. Bantuan darurat disalurkan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Dalam momentum peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, semangat pertumbuhan industri turut diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi bencana. PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berkolaborasi menghadirkan rangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui program Pasar Modal Peduli Flores, ketiga SRO bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Pedalaman untuk menyalurkan berbagai kebutuhan darurat bagi warga di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan tersebut mencakup sembako, family kit, perlengkapan ibu dan anak, obat-obatan, hingga penyediaan konektivitas internet.
Dukungan kemanusiaan ini akan disalurkan ke beberapa titik di NTT, meliputi Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Nagekeo. Ragam bantuan yang disiapkan dirancang untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana.
Meneguhkan Kepedulian melalui Kolaborasi
Penyerahan sekaligus pelepasan bantuan berlangsung pada Kamis (17/9). Ketua HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia yang juga menjabat sebagai Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI, Dharma Setyadi, menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua Yayasan Sahabat Pedalaman, Wafiq Zuhair.
Kegiatan ini turut disaksikan oleh para Wakil Ketua HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, yakni Direktur BEI Iding Pardi, Direktur KPEI Satya Birawa, dan Direktur KSEI Imelda Sebayang.
Dharma menegaskan bahwa program Pasar Modal Peduli Flores merupakan bagian dari wujud kepedulian dan semangat kebersamaan yang dibangun dalam ekosistem pasar modal Indonesia. Menurutnya, perkembangan industri perlu berjalan beriringan dengan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Flores dan menjadi bagian dari dukungan bagi mereka untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” ujar Dharma, seperti dikutip dalam siaran pers, Senin (21/9).
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya peran kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan dukungan yang relevan bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat.
Memperluas Jangkauan Program Kemanusiaan
Kepedulian pasar modal Indonesia tidak berhenti pada dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Dalam rangkaian program CSR yang berkelanjutan, dukungan kemanusiaan juga direncanakan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Selain itu, berbagai program CSR lainnya akan dilaksanakan di sejumlah wilayah yang menjadi lokasi kegiatan Sosialisasi Edukasi dan Pasar Modal Terpadu (SEPMT). Pelaksanaannya akan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat, sehingga bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat yang sesuai dengan tantangan di masing-masing daerah.
Kontribusi Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan
Rangkaian program tersebut mencerminkan upaya pasar modal Indonesia untuk memperluas kontribusinya di luar aktivitas industri, melalui kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ke depan, pasar modal Indonesia juga berkomitmen mengembangkan program CSR yang memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima bantuan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan nasional.
Melalui sinergi dan kesinambungan program, kontribusi sosial diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (*)












