CSRINDONESIANEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur menetapkan enam isu prioritas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk 2027.
“TJSL harus menghasilkan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucap Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris di Bontang, Kamis (15/10).
Enam prioritas TJSL Kota Bontang tahun 2027 meliputi pengentasan kemiskinan, penanganan pengangguran, pemberdayaan UMKM, peningkatan kesehatan, kualitas pendidikan, serta penanganan persampahan dan lingkungan.
Dia menegaskan kontribusi perusahaan perlu diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Selain program sosial, Pemkot Bontang juga mendorong sinkronisasi program perusahaan di bidang ketenagakerjaan. Seluruh perusahaan diminta menyerahkan data pelatihan kerja yang telah dilaksanakan kepada Dinas Ketenagakerjaan.
Pendataan tersebut diperlukan untuk memetakan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus mencegah pelaksanaan pelatihan berulang bagi peserta yang sama.
Perusahaan juga didorong menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja agar program peningkatan keterampilan yang disusun pemerintah sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain itu, dukungan perusahaan juga diarahkan untuk pembangunan infrastruktur sesuai kapasitas masing-masing perusahaan dan kebutuhan daerah.
Salah satu program yang ditawarkan kepada dunia usaha adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi terbaru, terdapat 433 rumah warga yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan, tetapi belum seluruhnya dapat ditangani melalui anggaran pemerintah daerah.
Untuk mempercepat penanganan, instansi terkait diminta menyiapkan data calon penerima secara lengkap, termasuk alamat dan dokumentasi kondisi rumah.
“Perusahaan juga diberi kesempatan melakukan survei langsung sebelum menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan,” katanya.
Pemkot Bontang berencana menggelar pertemuan lanjutan dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pertemuan itu akan membahas daftar program prioritas yang telah disiapkan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh perusahaan. (*)












