BeritaMasyarakat

Dari Lahan Tidur Menjadi Produktif, PT PAU Perkuat Kemandirian Petani di Banggai

17
×

Dari Lahan Tidur Menjadi Produktif, PT PAU Perkuat Kemandirian Petani di Banggai

Sebarkan artikel ini
Pengembangan pertanian di tingkat lokal membutuhkan lebih dari sekadar lahan yang tersedia. Pengetahuan, keterampilan, pendampingan, dan dukungan sarana produksi menjadi faktor penting agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

CSRINDONESIANEWS – Pengembangan pertanian di tingkat lokal membutuhkan lebih dari sekadar lahan yang tersedia. Pengetahuan, keterampilan, pendampingan, dan dukungan sarana produksi menjadi faktor penting agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Komitmen inilah yang terus didorong PT Panca Amara Utama (PAU) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Setelah mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri, perusahaan kembali memperluas kontribusinya dengan membina Kelompok Tani Jere Karamat di Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Selasa (13/10/2026).

Program pembinaan ini dilaksanakan bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani dalam mengelola usaha pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum produktif.

External Relation Lead PT PAU, Novari Mursita, menilai perkembangan Kelompok Tani Jere Karamat menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia berharap kelompok tersebut dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Kecamatan Kintom dalam mengembangkan usaha pertanian secara konsisten.

Menurut Novari, ketekunan dalam mengelola usaha pertanian dapat membuka peluang peningkatan kompetensi petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengingatkan para petani agar aktif berkomunikasi dengan penyuluh maupun Dinas TPHP ketika menghadapi kendala di lapangan. Dengan demikian, persoalan teknis dapat ditangani melalui pendampingan yang tepat.

 

Kolaborasi untuk Membangun Pertanian Berkelanjutan

Dukungan terhadap pengembangan pertanian turut mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Mendono, Amrullah Latief, yang mewakili Lurah Mendono Abd. Hafif Muid, menyampaikan terima kasih atas kontribusi PT PAU dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Ia berharap pembinaan serupa dapat dilaksanakan secara berkala sehingga kualitas sumber daya manusia dan kemampuan kelompok tani di wilayahnya terus meningkat.

BACA JUGA :  Pemkab Banyuwangi dan BSI Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

Bagi Kelompok Tani Jere Karamat, pendampingan tersebut menjadi dorongan penting untuk memulai dan mengembangkan kegiatan pertanian. Ketua Kelompok Tani Jere Karamat, Ahmad Jabo, mengungkapkan bahwa dukungan PT PAU membantu kelompoknya memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan yang lebih produktif.

Menurut Ahmad, dukungan dan motivasi dari perusahaan menjadi salah satu faktor yang mendorong kelompoknya berani merintis usaha di sektor pertanian.

Apresiasi juga disampaikan Dinas TPHP Kabupaten Banggai melalui Koordinator Teknis Kerja Sama, Ardiansyah. Ia berharap kelompok tani binaan PT PAU dapat berpartisipasi dalam berbagai perlombaan pertanian yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Ardiansyah optimistis pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani sekaligus membuka peluang untuk meraih prestasi dalam kegiatan tersebut.

 

Belajar Langsung dari Praktik Lapangan

Pembinaan tidak berhenti pada penyampaian materi. Para peserta juga mengikuti praktik lapangan bersama KWT Mandiri dan Kelompok Tani Jere Karamat untuk mempelajari teknik pertanian yang dapat diterapkan dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana di sekitar mereka.

Salah satu praktik yang dilakukan adalah pembuatan tempat persemaian benih menggunakan kayu jering, daun kelapa kering, sekam padi, dan gundukan tanah. Teknik ini memberikan alternatif bagi petani untuk menyiapkan media persemaian dengan bahan yang relatif mudah diperoleh.

Peserta juga mempraktikkan pembuatan pupuk organik berbahan campuran sekam padi, kotoran ayam, dan kotoran sapi. Campuran tersebut kemudian difermentasi selama 14–21 hari sebelum digunakan sesuai kebutuhan pertanian.

Praktik tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola kebutuhan budidaya sekaligus memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sebagai dukungan tambahan terhadap kegiatan di lapangan, PT PAU menyerahkan satu unit mesin pompa air kepada Kelompok Tani Jere Karamat. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan pengairan dan membantu kelancaran aktivitas pertanian kelompok.

BACA JUGA :  PT Timah Arahkan Pertambangan di Babel Guna Perkuat Ekonomi Daerah

 

Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Pembinaan Kelompok Tani Jere Karamat memperlihatkan pentingnya sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Pendampingan yang disertai praktik langsung dan dukungan sarana produksi dapat menjadi fondasi bagi kelompok tani untuk meningkatkan kapasitas serta produktivitasnya.

Melalui program CSR yang berkelanjutan, PT PAU diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat kemampuan petani dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian di Kecamatan Kintom.

Lebih dari sekadar bantuan, upaya ini menjadi bagian dari proses membangun kemandirian masyarakat agar sektor pertanian dapat tumbuh sebagai salah satu penopang ekonomi lokal di Kabupaten Banggai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *