BeritaLingkungan

Bukan Sekadar Bantuan, PT Indah Kiat Sulap Limbah Jadi Barang Ekspor

8
×

Bukan Sekadar Bantuan, PT Indah Kiat Sulap Limbah Jadi Barang Ekspor

Sebarkan artikel ini
Program yang sudah berjalan sejak tahun 1997 ini bahkan mampu membawa produk UMKM binaan hingga menembus pasar ekspor.

CSRINDONESIANEWS – Program  Corporate Social Responsibility (CSR) milik PT Indah Kiat Pulp & Papperia (IKPP) Serang Mills yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di sekitar perusahaan meraih penghargaan pada ajang Radar Banten Award 2026.

Program yang berfokus pada pembinaan masyarakat untuk membuat berbagai kerajinan tangan dari sisa-sisa limbah industri dan program beasiswa pendidikan bagi masyarakat memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat sekitar.

Program yang sudah berjalan sejak tahun 1997 ini bahkan mampu membawa produk UMKM binaan hingga menembus pasar ekspor.

Manajemen PT IKPP Serang Mills, Arif Madali, mengatakan selama ini ada sejumlah program rutin yang disalurkan setiap tahunnya yakni program beasiswa pendidikan, kesehatan hingga pengembangan kemasyarakatan.

“Kita banyak program yang sudah dilakukan. Baik itu rutilahu, sumur bor, hampir semua sektor kita sudah lakukan, tapi kita lebih banyak fokusnya ke pendidikan,” katanya, saat ditemui di Graha Pena Radar Banten usai mendapatkan penghargaan pada Rabu 23 September 2026.

Menurutnya, komitmen di bidang pendidikan menjadi yang paling menonjol. Sejak 1997 hingga sekarang, ribuan anak di wilayah ring 1 perusahaan telah mendapatkan akses pendidikan gratis hingga ke jenjang perguruan tinggi.

“Dan sudah ribuan anak yang sudah kita sekolahkan sampai ke perguruan tinggi,” tegasnya.

Selain pendidikan, program unggulan yang saat ini sangat eksis ialah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dimana mereka mendapatkan pelatihan hingga pendampingan untuk mengolah limbah kayu dan limbah lainnya menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomi.

Ada sebanyak dua kelompok yang sudah mendapatkan pembinaan, yaknk kelompok kerajinan chip handicraft dan kelompok anyaman bambu dan pembuatan tas dari tali PM di daerah Tegal Maja.

“Bahkan salah satu pemberdayaan kita itu sudah bisa mengekspor ke India, ke Bangkok, terus ke Dubai. Yaitu kerajinan chip handicraft sama anyaman bambu,” jelasnya.

BACA JUGA :  15.605 Masyarakat Terima Manfaat TJSL PT Timah

Uniknya, seluruh bahan baku kerajinan tersebut berasal dari limbah produksi. “Iya, semuanya dari limbah. Kalau yang chip itu dari kayu palet. Dari kayu tersebut kita buat pembuatan meja kursi yang kita sebar ke seluruh SD yang ada di Kabupaten Serang. Limbahnya kemudian diolah oleh chip,” ungkap Arif.

Program pemberdayaan ekonomi ini sendiri sudah dirintis sejak tahun 2016 dan pembinaannya dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya.

“Hukumnya wajib itu (pembinaan berlanjut). Kita lagi cari potensi-potensi yang bagus untuk pemberdayaan masyarakat lainnya,” katanya.

Arif menambahkan, pihaknya terus berupaya agar program CSR benar-benar mengena langsung ke warga. “Kita akan berusaha untuk meningkatkan program-program yang lain agar bisa bersampak langsung ke warga. Mengena ke warga,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, produk-produk UMKM binaan CSR IKPP Serang ini akan naik level ke panggung nasional. “Ini kemarin sudah sampai ke tingkat nasional. Bahkan nanti bulan Oktober ini kita ada kegiatan handicraft tingkat nasional. Semua produk-produk CSR UMKM itu akan ditampilkan di Jakarta,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *