CSRINDONESIANEWS – Keterampilan kini menjadi salah satu modal penting untuk membuka jalan menuju kemandirian ekonomi. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk di bidang kecantikan dan perawatan diri.
Kali ini, Pemkot Surabaya melalui TP PKK Kota Surabaya berkolaborasi dengan Miracle Beauty Clinic menghadirkan pelatihan perawatan wajah bagi puluhan warga. Program yang merupakan bagian dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi para peserta.
Sebanyak 54 warga Surabaya yang berasal dari perwakilan 31 kecamatan mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, di Miracle Academy, Jalan Biliton, Kecamatan Gubeng, pada Kamis, 3 September 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memberikan bekal keterampilan kepada masyarakat agar memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi.
“Pelatihan tersebut merupakan upaya PKK Kota Surabaya dalam memberdayakan masyarakat. Pelatihan kali ini merupakan CSR dari Miracle,” kata Agus Hebi.
Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta terlebih dahulu melalui proses seleksi dan kurasi. Dari sekitar 98 calon peserta, sebanyak 54 orang terpilih berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk kelompok usia yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha maupun sumber penghasilan.
“Awalnya peserta sekitar 98 orang, kemudian dikurasi. Kami memilih peserta yang masih muda untuk mengikuti kursus dan pelatihan perawatan wajah. Harapannya, mereka bisa mandiri dan memiliki peluang mendapatkan penghasilan,” tutur Hebi.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 September 2026. Untuk memberikan proses pembelajaran yang lebih efektif, kegiatan dibagi ke dalam tiga batch, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 18 peserta.
Materi yang diberikan pun tidak hanya berfokus pada penampilan atau tata rias. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai perawatan dan kesehatan kulit wajah, termasuk teknik perawatan seperti totok wajah.
“Pelatihannya berupa perawatan wajah, seperti totok wajah untuk kesehatan kulit dan sebagainya. Jadi, bukan seperti makeup artist,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para peserta akan memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi dan keterampilan yang telah dipelajari. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan kemampuan, baik secara profesional maupun sebagai peluang usaha.
“Pastinya mendapat sertifikat. Itu untuk membuktikan bahwa mereka sudah memiliki keterampilan,” ujar Hebi.
Ke depan, keterampilan yang diperoleh para peserta juga diharapkan dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan di lingkungan perangkat daerah Pemkot Surabaya maupun organisasi Dharma Wanita. Dengan demikian, kemampuan tersebut tidak hanya menjadi bekal pribadi, tetapi juga berpotensi membuka ruang kerja dan sumber pendapatan baru.
Pelatihan perawatan wajah melalui program CSR Miracle Beauty Clinic ini menjadi kegiatan perdana dalam kolaborasi tersebut. Namun, pengembangan keterampilan di bidang kecantikan bukan hal baru bagi Pemkot Surabaya. Disperinaker Surabaya sebelumnya juga telah menjalankan program pelatihan serupa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta, Pemkot Surabaya berharap semakin banyak warga yang memiliki keterampilan praktis dan bernilai ekonomi. Sebab, ketika keterampilan bertemu dengan kesempatan, kemandirian bukan lagi sekadar harapan, melainkan peluang nyata untuk membangun masa depan yang lebih baik. (*)












