CSRINDONESIANEWS – Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) berpeluang menjadi instrumen penting dalam memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat. Untuk mengoptimalkan peran tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi mendorong dunia usaha menyelaraskan program CSR dengan kebutuhan warga dan prioritas pembangunan daerah.
Upaya itu mengemuka dalam Sosialisasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) CSR 2026 yang digelar di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (22/10/2026). Forum ini menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah dan perusahaan untuk mengevaluasi pelaksanaan CSR sekaligus menyusun arah kolaborasi pada 2027.
Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dwy Sigit Andrian, mengapresiasi perusahaan yang telah berkontribusi melalui berbagai program sosial. Ia menilai, pelaporan kegiatan CSR penting untuk meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus memperlihatkan kontribusi dunia usaha yang selama ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat.
“Kami mendorong dan mengajak perusahaan bapak ibu melaporkan kegiatan CSR-nya. Dengan adanya laporan dari seluruh perusahaan, masyarakat yang selama ini tidak tahu bisa melihat bahwa perusahaan-perusahaan itu sudah memberikan CSR,” ujar Dwy.
Ia juga meluruskan persepsi mengenai pengelolaan dana CSR. Menurutnya, pemerintah daerah tidak menghimpun maupun mengelola dana tersebut. Perencanaan dan pelaksanaan program tetap menjadi tanggung jawab masing-masing perusahaan.
“Terkait dengan CSR, kami tidak mengelola uang. Tidak ada serupiah pun. Jadi kami luruskan adanya anggapan bahwa dana CSR itu ada di pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kabupaten Bekasi, Vina Sari Nalurita, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut tidak sekadar menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga upaya menyelaraskan program perusahaan dengan kebutuhan riil masyarakat dan kebijakan pembangunan daerah.
“Tujuannya tentu kami ingin menyelaraskan program yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan agar selaras dan searah dengan kebijakan pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat,” kata Vina.
Untuk memperkuat kolaborasi, Bappeda menawarkan tujuh bidang program yang dapat menjadi pilihan bagi dunia usaha. Program tersebut mencakup rehabilitasi ruang kelas, penyediaan mebel sekolah, beasiswa bagi siswa kurang mampu, pelatihan digital, pelatihan kesiapan kerja, pengembangan kewirausahaan, serta perlindungan pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Pilihan program tersebut diarahkan untuk menjawab sejumlah tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga penguatan kompetensi tenaga kerja. Melalui dukungan dunia usaha, masyarakat diharapkan memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan, keterampilan, dan peluang ekonomi.
Vina turut menyoroti capaian rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bekasi yang, menurut keterangannya, masih menjadi perhatian. Karena itu, penguatan kualitas pendidikan dan keterampilan digital bagi guru maupun siswa menjadi salah satu agenda yang didorong melalui kolaborasi CSR.
Di luar pengembangan sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur juga menjadi perhatian. Bappeda mendorong keterlibatan perusahaan dalam mendukung penataan jalan lingkungan di desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
“Jadi tidak hanya terkait dengan penguatan SDM, tetapi juga kami mendorong infrastruktur berkeadilan. Salah satu prioritasnya adalah satu desa, satu penataan jalan lingkungan,” ujar Vina.
Untuk memudahkan perusahaan menentukan bentuk kontribusi, Bappeda menyediakan platform digital csrbekasikab.go.id. Melalui platform ini, perusahaan dapat melihat alternatif kegiatan berdasarkan lokasi, bidang program, serta estimasi kebutuhan biaya.
Vina menegaskan, estimasi biaya yang tercantum pada platform tersebut berfungsi sebagai referensi bagi perusahaan dalam mempertimbangkan program yang akan didukung. Keputusan mengenai pelaksanaan dan pembiayaan tetap berada di tangan masing-masing perusahaan.
Dengan pendekatan yang lebih terarah, Bappeda Kabupaten Bekasi berharap program CSR tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya bersama membangun daerah. Keselarasan program, keterbukaan pelaporan, dan pemilihan kegiatan berdasarkan kebutuhan masyarakat diharapkan dapat memperluas dampak CSR, terutama di sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan infrastruktur desa. (*)












