BeritaAksi Korporasi

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia

20
×

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia

Sebarkan artikel ini
Presiden Direktur Astra Rudy (kelima kiri) bersama Direksi Astra dan Executive in Charge Astra meluncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra di Menara Astra, Jakarta, Rabu (28/10). Program ini mencakup tujuh inisiatif sosial di 700 Desa Sejahtera Astra yang tersebar di tujuh pulau di Indonesia.(DOK. Astra )

Menyongsong ulang tahun ke-70 pada 20 Februari 2027, PT Astra International Tbk (Astra) meluncurkan program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi bagi masyarakat Indonesia.

Program berskala nasional itu mencakup tujuh inisiatif yang menyasar 700 Desa Sejahtera Astra (DSA) di tujuh pulau besar Indonesia.

Peluncuran program dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan penganugerahan 17th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Executive in Charge Astra sekaligus Ketua Panitia HUT ke-70 Astra, Boy Gemino Kalauserang, mengatakan bahwa pihaknya ingin menciptakan dampak berkelanjutan melalui SATU Indonesia Awards dan program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra.

“Kami ingin terus mendorong kolaborasi antara generasi muda, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (29/10/2026).

Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra mencakup revitalisasi 700 posyandu, pemberian manfaat kepada 7.000 siswa melalui revitalisasi sekolah, serta penjangkauan 7.000 keluarga melalui revitalisasi bank sampah. Astra juga menargetkan 700 Desa Sejahtera Astra mengikuti program Go Global.

Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui program sukarela Insan Astra Berbagi. Kegiatannya meliputi donasi 70.000 buku, 70.000 jam pelatihan oleh Insan Astra di bidang literasi keuangan, keselamatan berkendara, digital, dan kepemimpinan, serta 7.000 jam kegiatan Insan Astra Membangun.

Berbagai inisiatif itu merupakan bagian dari perjalanan Astra yang akan memasuki usia ke-70 pada 20 Februari 2027.

Hingga saat ini, setidaknya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif Astra. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

BACA JUGA :  Melalui BAZNAS RI, AEON Indonesia Salurkan Bantuan Rp233 Juta untuk Pemulihan NTT

Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Astra memberikan apresiasi kepada generasi muda inspiratif melalui penyelenggaraan 17th SATU Indonesia Awards.

Selaras dengan tema HUT ke-70 Astra, “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”, para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2026 diharapkan dapat terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Presiden Direktur Astra Rudy berharap berbagai inisiatif tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan manfaatnya.

“Kami juga berharap apa yang telah kami lakukan dapat diamplifikasi oleh banyak pihak sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas,” ujarnya.

Antusiasme generasi muda terhadap ajang tersebut terlihat dari jumlah peserta 17th SATU Indonesia Awards yang mencapai 19.155 orang, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 17.708 peserta.

Setelah melalui proses penjaringan dan seleksi oleh dewan juri, terpilih 10 finalis yang melanjutkan ke tahap akhir untuk dipilih menjadi lima penerima apresiasi kategori umum.

Masyarakat juga dilibatkan untuk memilih finalis favorit melalui pemungutan suara daring di situs Astra pada 16–26 Oktober 2026.

Penerima Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards 2026

Pada kategori umum, Astra menetapkan lima penerima apresiasi dari bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

1. Bidang Kesehatan — Andi Rizki Tenryayu, Pejuang Gizi Anak dari Bone, Sulawesi Selatan

Melalui Gerakan Intervensi Gizi Menuju Zero Stunting (GIZI, GO!), Andi menangani masalah stunting dengan pendekatan berbasis kebutuhan setiap anak.

Sebagai dokter, Andi membuat e-profiling bagi setiap anak melalui pendekatan “Satu Anak, Satu Profil”. Penanganan disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan, mulai dari masalah gizi dan kebutuhan medis hingga perbaikan sanitasi lingkungan.

Bersama bidan desa dan kader posyandu, program tersebut menjangkau 982 balita di 10 desa. Hasilnya, angka stunting turun 45 persen dan jumlah anak berisiko stunting berkurang 60 persen.

BACA JUGA :  Healthy Walk with Happy Purpose: Ketika 29.000 Langkah Berbuah 2.900 Paket Kebaikan

2. Bidang Pendidikan — Hari Novar, Penjembatan Asa Anak Pelosok Riau

Melalui Indonesian Youth Education & Social (IYES) Mengajar, Hari mengajak ratusan anak muda dari perkotaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di desa-desa terpencil di Riau.

Salah satu wilayah dampingan adalah kawasan Suku Talang Mamak, yang dapat ditempuh selama empat jam menggunakan perahu dan belum memiliki akses listrik.

Relawan IYES memperkuat ekosistem pendidikan melalui kegiatan mengajar siswa, melatih guru, dan memperbaiki fasilitas sekolah. Dalam dua tahun, ratusan relawan telah menjalankan kegiatan di sembilan sekolah di lima kabupaten.

3. Bidang Lingkungan — Ahmad Fahrezi, Pengolah Limbah dan Petani Sirkular dari Jawa Tengah

Ahmad mengolah limbah sayuran dari Pasar Cepogo, Boyolali, yang sebelumnya dibuang begitu saja, menjadi pupuk bernilai jual untuk membantu memulihkan kesuburan tanah melalui pendekatan bioteknologi.

Melalui Gumregah Nata Bumi, Ahmad mengolah sekitar 2 ton limbah pasar per hari menjadi pupuk yang menjangkau petani di enam kabupaten.

Inisiatif tersebut dilaporkan meningkatkan bobot panen hingga 40 persen dan mengurangi tumpukan sampah lebih dari 50 persen.

4. Bidang Kewirausahaan — Afif Alfianto, Penggerak Ekonomi Perempuan dari Hutan Tamanu, Kebumen, Jawa Tengah

Afif memberdayakan perempuan Desa Karangduwur melalui Koperasi Produsen Sinergi Mekarsari Lestari. Mereka mengolah biji tamanu menjadi minyak untuk bahan kosmetik tanpa menebang pohonnya.

Sekitar 30 kilogram biji diolah setiap bulan. Kegiatan tersebut memberikan tambahan pendapatan hingga 40 persen per bulan bagi perempuan yang terlibat.

5. Bidang Teknologi — Feri Ramanda, Pelopor Peternakan Cerdas Berbasis Data dari Medan, Sumatera Utara

Berbekal pengalaman sebagai peternak, Feri membangun Farmloka, sistem peternakan modern yang menggabungkan internet of things (IoT) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam aplikasi seluler.

BACA JUGA :  PT BSSP Salurkan CSR Rp400 Juta untuk Lima Desa

Melalui sistem tersebut, peternak dapat memantau kondisi kandang dari jarak jauh secara real time, mengantisipasi gangguan, dan mengelola produksi berdasarkan data.

Farmloka kini digunakan oleh sekitar 824 peternak, dengan hasil panen dilaporkan meningkat hingga 93 persen.

Apresiasi Desa Sejahtera Astra

Selain kategori umum, Astra memberikan apresiasi kepada empat Desa Sejahtera Astra yang menghadirkan perubahan positif di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Keempat desa tersebut terpilih dari total 265 pendaftar di 17 provinsi.

1. Desa Sejahtera Astra Sukaluyu, Karawang, Jawa Barat

Desa ini mengembangkan integrasi layanan kesehatan sepanjang siklus hidup melalui program Oase Dalam Transformasi Kesehatan Siklus Hidup. Layanan tersebut mencakup ibu hamil, balita, remaja, pasangan usia subur, hingga lansia melalui delapan program aktif.

2. Desa Sejahtera Astra Karangjengkol, Purbalingga, Jawa Tengah

Desa ini mengembangkan potensi wilayah sebagai ruang belajar melalui Program Griya Petualang Indonesia. Program tersebut memanfaatkan alam, budaya, dan perajin sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi lebih dari 5.000 peserta pelatihan dan 500 siswa per tahun.

3. Desa Sejahtera Astra Purwodadi, Malang, Jawa Timur

Desa ini berupaya memulihkan ekosistem laut pesisir Lenggoksono melalui Program Laut Lestari, Masa Depan Berseri. Kegiatannya mencakup pengawasan penangkapan ikan, pembangunan rumah ikan, dan transplantasi terumbu karang.

4. Desa Sejahtera Astra Tanjuang Bonai, Tanah Datar, Sumatra Barat

Desa ini mengembangkan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir berbasis koperasi dan kearifan adat Minangkabau melalui Program Koperasi Ragam Kopi Nusantara dengan pendekatan agroforestri.

Seluruh penerima apresiasi berhak mendapatkan dana pembinaan senilai Rp 65 juta serta kesempatan mengikuti program pengembangan bersama Astra. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *