CSRINDONESIANEWS – Sebagai wujud komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Pegadaian Peduli” meluncurkan inisiatif The Gade Integrated Farming. Dalam program ini, PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 menyalurkan bantuan berupa 7 unit hand tractor (traktor tangan) kepada 7 kelompok usaha tani yang tersebar di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang, Provinsi Banten. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh manajemen PT Pegadaian, jajaran pemerintah daerah setempat, serta perwakilan para petani penerima manfaat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, menyatakan bahwa penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara pencapaian nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value) bagi masyarakat.
“Program The Gade Integrated Farming bukan sekadar pemberian bantuan modal atau alat fisik semata, melainkan sebuah komitmen jangka panjang Pegadaian dalam memberdayakan sektor pertanian lokal. Kami ingin memastikan hadirnya nilai ekonomi (economic value) yang terukur, di mana pengolahan lahan menjadi lebih efisien, biaya operasional dapat ditekan, dan produktivitas hasil panen meningkat pesat,” ujar Maryono.
Lebih lanjut, Maryono menambahkan bahwa peningkatan nilai ekonomi tersebut harus berjalan selaras dengan dampak sosial (social value). “Melalui mekanisasi pertanian ini, kesejahteraan para petani dan keluarganya akan terangkat secara berkelanjutan. Inilah bukti bahwa pertumbuhan bisnis Pegadaian senantiasa membawa dampak positif yang nyata bagi lingkungan sosial sekitarnya,” tambahnya.
Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang, Agus Setiawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mensukseskan program-program berbasis ESG di daerah. Menurutnya, keberhasilan program The Gade Integrated Farming sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara korporasi, pemerintah daerah, dan komunitas petani.

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci utama. Penyerahan 7 unit traktor untuk 7 kelompok tani di Pandeglang dan Serang ini merupakan langkah awal dari integrasi peran Pegadaian bersama pemerintah setempat. Bantuan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga mendorong pilar keberlanjutan ESG, seperti efisiensi energi, pengelolaan lahan yang ramah lingkungan, serta pembentukan ekosistem pertanian terpadu dari hulu ke hilir,” jelas Agus Setiawan.
Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Saketi, Dedi Suheli, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 atas kepedulian dan kontribusi aktifnya terhadap sektor pertanian di wilayah Pandeglang dan Serang.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Saketi dan seluruh masyarakat petani mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2. Bantuan hand tractor ini sangat dibutuhkan oleh kelompok tani kami untuk mempercepat proses olah tanah. Dukungan dan kolaborasi seperti inilah yang nyata membantu pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup para petani,” ungkap Dedi Suheli.
Penyerahan bantuan alsintan ini sekaligus menutup rangkaian tahap awal program The Gade Integrated Farming di wilayah Banten. PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 berkomitmen untuk terus mengawal pemanfaatan bantuan tersebut melalui pendampingan berkala, guna memastikan terpenuhinya target dampak ekonomi (economic value) dan manfaat sosial (social value) bagi seluruh penerima manfaat secara berkesinambungan.
Melalui keberlanjutan program ESG The Gade Integrated Farming, PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 akan terus menghadirkan inovasi sosial yang berkesinambungan, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan, menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat struktur sosial, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di daerah, serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia secara inklusif. (*)












