CSRINDONESIANEWS – Peringati HUT ke-2 Injourney Airports, PT.Angkasa Pura Indonesia menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada komunitas penyandang disabilitas di Kota Tanjungpinang, Senin (7/9/2026).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Injourney Airports Kantor Regional III dan Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang dalam rangka mendukung pendidikan dan pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program Injourney Airports Ramah Difabel.
Total bantuan yang diberikan mencapai Rp100 juta, yang diperuntukkan bagi pengembangan kegiatan pemberdayaan dan pendidikan penyandang disabilitas di Tanjungpinang.
Injourney Airports Salurkan Bantuan Rp100 Juta
Manajemen Injourney Airports Kantor Regional III melalui Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui program yang inklusif dan berkelanjutan.
Deputi HC Solution & Business Support Injourney Airports Kantor Regional III, Iyan Farchanul Chair, mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Melalui momentum HUT ke-2 Injourney Airports, kami ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi konektivitas dan pelayanan transportasi udara saja,” kata Iyan.
Menurutnya, perusahaan juga ingin memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional, termasuk di Tanjungpinang.
“Teman-teman penyandang disabilitas memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa, sehingga perlu didukung melalui akses, sarana, dan kesempatan yang setara,” ujarnya.
Difabel Didorong Miliki Keterampilan dan Peluang Usaha
Iyan mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bagian awal dari program pemberdayaan yang dirancang agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut dilakukan melalui dukungan terhadap pelatihan keterampilan menjahit. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus produktivitas penyandang disabilitas.
“Kami berharap bantuan mesin jahit dan perlengkapan lainnya tidak berhenti sebagai bantuan sarana saja. Ke depan, kami ingin mendorong adanya pelatihan menjahit sehingga teman-teman difabel dapat memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan, jika memungkinkan, menjadi peluang usaha yang memberikan nilai ekonomi,” kata Iyan.
Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, perusahaan juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi itu diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang semakin inklusif sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Semangat kami adalah tumbuh dan memberikan manfaat bersama. Karena itu, di usia dua tahun Injourney Airports ini, kami ingin terus membangun kolaborasi yang mampu menciptakan kebermanfaatan jangka panjang,” ujarnya.
“Kami percaya bahwa lingkungan yang inklusif akan tumbuh ketika seluruh pihak memiliki kepedulian dan kesempatan untuk berkontribusi,” tambah Iyan.
Bantuan Pendidikan untuk PPDI Tanjungpinang
Dalam kegiatan tersebut, Injourney Airports juga menyerahkan bantuan pemberdayaan kepada Komunitas Lentera Hati Gurindam berupa lima unit mesin jahit, lima kursi, serta bahan kain.
Selain bantuan pemberdayaan, manajemen Injourney Airports juga memberikan dukungan pendidikan kepada Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Tanjungpinang.
Bantuan pendidikan tersebut berupa laptop, printer, meja, 20 kursi, kipas angin, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.
Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas pendidikan, organisasi, serta kegiatan pemberdayaan yang dilakukan komunitas penyandang disabilitas di Tanjungpinang.
Pemko Tanjungpinang Dukung Program Ramah Difabel
Di tempat yang sama, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan manajemen Injourney Airports Kantor Regional III dan Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah kepada penyandang disabilitas di Tanjungpinang.
Pemerintah Kota Tanjungpinang, kata dia, mendukung pelaksanaan program Injourney Airports Ramah Difabel dan siap bersinergi dalam memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas.
Pemerintah daerah juga mendorong agar penyandang disabilitas tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, produktif, berdaya, serta memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Melalui program Injourney Airports Ramah Difabel, manajemen Injourney Airports berkomitmen untuk terus hadir dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses, kesempatan, serta dukungan bagi penyandang disabilitas di wilayah operasional bandara.
Dengan adanya sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat, pemberdayaan penyandang disabilitas diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang. (*)












