BeritaMasyarakat

Mendorong Kemandirian Penyandang Disabilitas melalui Pemberdayaan Inklusif

7
×

Mendorong Kemandirian Penyandang Disabilitas melalui Pemberdayaan Inklusif

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Vena Energy dan Bersama Adya Dorong Kemandirian Disabilitas.

CSRINDONESIANEWS – Upaya memperkuat pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas di Bali terus berkembang melalui kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas. Salah satu inisiatif tersebut dilakukan Vena Energy bersama Bersama Adya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Empowering the Disability Community to Foster Creative Independence”.

Program yang digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian aktif dalam proses pengembangan kapasitas. Tidak sekadar memberikan bantuan, program tersebut diarahkan untuk membuka ruang bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan potensi sekaligus memperkuat kemandirian dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Head of HSSE and ESG Vena Energy Indonesia, Adi Nataadmadja, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip nondiskriminasi. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan dukungan dalam mengembangkan kemampuan serta berkontribusi di tengah masyarakat.

“Program CSR ini bersama teman-teman disabilitas merupakan bagian dari program CSR nondiskriminasi yang dijalankan Vena Energy,” ujar Adi.

Dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komunitas penerima manfaat. Bentuknya mencakup penyediaan peralatan, perlengkapan, hingga alat produksi yang dapat menunjang aktivitas dan pengembangan kapasitas mereka.

Dalam pelaksanaannya, Vena Energy berkolaborasi dengan Bersama Adya dan menyalurkan dukungan tersebut kepada empat yayasan. Bantuan diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan jangka pendek, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat aktivitas produktif dan mendorong kemandirian para penerima manfaat.

“Bantuan berupa peralatan, perlengkapan, maupun alat produksi kami distribusikan kepada empat yayasan melalui kolaborasi yang dilakukan bersama Bersama Adya,” jelas Adi.

Lebih dari sekadar bantuan sosial, inisiatif ini mencerminkan pentingnya membangun ekosistem yang memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas. Dengan dukungan yang tepat dan berkelanjutan, mereka tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai individu yang memiliki potensi, kapasitas, dan peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif.

BACA JUGA :  Wagub Lampung Ajak Dompet Dhuafa Lampung Perkuat Penanganan Kemiskinan dan Persoalan Sosial Ekonomi Masyarakat

Melalui kolaborasi lintas sektor seperti ini, pemberdayaan penyandang disabilitas diharapkan dapat terus berkembang, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk berkarya, produktif, dan membangun kemandirian secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *