BeritaAksi Korporasi

ESG Kian Terintegrasi dalam Strategi Bisnis, Asia ESG Positive Impact Awards 2026 Soroti Transformasi Keberlanjutan Perusahaan

15
×

ESG Kian Terintegrasi dalam Strategi Bisnis, Asia ESG Positive Impact Awards 2026 Soroti Transformasi Keberlanjutan Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Asia ESG Positive Impact Awards 2026 akan mengumumkan perusahaan dengan inisiatif keberlanjutan terbaik dari Indonesia, Malaysia dan Filipina pada 4 November.

CSRINDONESIANEWS – Prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) kini semakin menempati posisi strategis dalam dunia bisnis. Tidak lagi sebatas program pendukung atau kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), ESG mulai menjadi bagian integral dari strategi, tata kelola, hingga model bisnis perusahaan.

Perubahan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dewan juri Asia ESG Positive Impact Awards 2026, ajang penghargaan tingkat regional yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan di Asia yang dinilai berhasil menerapkan praktik keberlanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat.

Asia ESG Positive Impact Awards merupakan inisiatif kolaboratif Asia ESG Positive Impact Consortium yang mempertemukan tiga kelompok media terkemuka di kawasan Asia, yakni Star Media Group dari Malaysia, Inquirer Group of Companies dari Filipina, serta Grup Media Kompas Gramedia dari Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 52 peraih penghargaan Gold dari masing-masing ajang ESG nasional berhasil melangkah ke tahap penilaian regional. Mereka berasal dari tiga kompetisi, yaitu ESG Positive Impact Awards yang diselenggarakan Star Media Group, ESG Edge Impact Awards oleh Inquirer Group of Companies, serta Lestari Awards dari Grup Media Kompas Gramedia.

Para peserta, yang terbagi dalam kategori perusahaan besar serta usaha kecil dan menengah (UKM), menjalani proses penilaian oleh delapan pakar independen pada September 2026.

Indonesia turut menunjukkan kiprahnya melalui 12 pemenang Lestari Awards 2026 yang mengikuti penjurian tingkat regional. Jumlah tersebut terdiri atas 10 perusahaan kategori perusahaan besar dan dua perusahaan dari kategori usaha kecil dan menengah.

Keberlanjutan Bukan Lagi Sekadar Program CSR

Presiden sekaligus Kepala Ilmuwan Center for Conservation Innovations, Dr. Neil Aldrin Mallari, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan praktik ESG yang ditunjukkan para peserta. Ia menilai sejumlah inisiatif yang diajukan memperlihatkan kemajuan signifikan, terutama dalam konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, serta transformasi perusahaan menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

BACA JUGA :  Menjaga Ruang Belajar Tetap Aman di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Menurutnya, berbagai program unggulan yang dinilai tidak lagi sekadar berorientasi pada kegiatan sosial atau lingkungan dalam jangka pendek. Sebaliknya, inisiatif tersebut telah menunjukkan bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam operasional dan strategi bisnis perusahaan.

“Program inisiatif terbaik yang saya baca bukan sekadar proyek CSR. Inisiatif-inisiatif tersebut membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari cara sebuah bisnis dijalankan,” ujar Dr. Neil dalam siaran pers yang diterima KompasTV, Selasa (3/11/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya komitmen jangka panjang dalam menjalankan program keberlanjutan. Menurutnya, inisiatif ESG yang memiliki perencanaan matang dan terintegrasi dengan sistem tata kelola serta budaya perusahaan akan memiliki peluang lebih besar untuk memberikan dampak berkelanjutan.

“Yang paling menggembirakan, inisiatif tersebut juga disertai rencana jangka panjang yang kredibel untuk dikembangkan. Hal ini penting. Kegiatan CSR bisa saja berakhir ketika siklus anggaran selesai. Namun, inisiatif yang telah terintegrasi ke dalam tata kelola dan budaya perusahaan cenderung bertahan lebih lama daripada masa jabatan dewan direksi yang memulainya. Inilah perbedaan antara sekadar memberikan donasi dan membangun model bisnis,” jelasnya.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penerapan ESG tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang dialokasikan untuk kegiatan sosial maupun lingkungan. Lebih dari itu, keberlanjutan membutuhkan komitmen kelembagaan, strategi yang terukur, serta integrasi ke dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.

Melalui Asia ESG Positive Impact Awards 2026, praktik-praktik terbaik tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha di kawasan Asia untuk memperkuat transformasi bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai positif bagi masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang. (*)

BACA JUGA :  Wabup Tapin Dorong Transformasi Program TJSLBU, dari Bantuan Sesaat Menuju Pemberdayaan Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *