BeritaMasyarakat

ASG Dukung Pesta Nelayan Cituis, Rawat Tradisi dan Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

14
×

ASG Dukung Pesta Nelayan Cituis, Rawat Tradisi dan Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Sebarkan artikel ini
Agung Sedayu Group (ASG) melalui Corporate Social Responsibility Pantai Indah Kapuk 2 (CSR PIK2) membuktikan komitmen mendukung kelestarian budaya serta menggerakkan roda perekonomian nelayan, dengan menyerahkan bantuan untuk Pesta Nelayan Cituis di Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

CSRINDONESIANEWS – Pelestarian budaya lokal menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berkelanjutan. Semangat inilah yang tercermin dari dukungan Agung Sedayu Group (ASG) melalui Corporate Social Responsibility Pantai Indah Kapuk 2 (CSR PIK2) terhadap penyelenggaraan Pesta Nelayan Cituis di Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, pada September 2026.

Bantuan yang disalurkan CSR PIK2 menjadi wujud kepedulian dunia usaha terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat pesisir. Lebih dari sekadar mendukung sebuah perayaan tahunan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat nelayan.

Bagi warga Desa Surya Bahari, laut bukan hanya sumber penghidupan. Di balik aktivitas melaut, tersimpan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta warisan budaya yang terus dijaga dan diwariskan antargenerasi. Salah satu manifestasi nilai tersebut hadir melalui Pesta Nelayan Cituis.

Tradisi tahunan ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Selain menjadi ungkapan syukur atas hasil laut yang diperoleh, pesta nelayan juga menjadi ruang silaturahmi untuk mempererat hubungan antarnelayan, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Menariknya, perayaan tersebut tidak hanya memiliki dimensi sosial dan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. Meningkatnya aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan acara membuka peluang bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk memperluas aktivitas perdagangan serta memperoleh tambahan pendapatan.

Di tengah upaya masyarakat mempertahankan tradisi tersebut, dukungan ASG melalui CSR PIK2 hadir sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan kegiatan budaya lokal. Dukungan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi sektor swasta terhadap masyarakat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pelestarian identitas dan kearifan lokal.

BACA JUGA :  Dari Desa ke Dunia Satwa, PG Krebet Buka Ruang Belajar Baru bagi Anak Yatim

Sebelumnya, berbagai program sosial ASG melalui CSR PIK2 juga telah menyentuh kehidupan masyarakat pesisir. Mulai dari penyaluran bantuan pangan hingga dukungan perlindungan sosial bagi para nelayan. Beragam inisiatif tersebut mencerminkan pendekatan kepedulian sosial yang menyasar kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Seiring perkembangan kawasan pesisir Tangerang, keberadaan tradisi seperti Pesta Nelayan Cituis menjadi semakin relevan untuk dipertahankan. Perubahan lingkungan dan dinamika pembangunan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha diharapkan mampu menciptakan ruang bagi tradisi lokal untuk terus berkembang. Sebab, menjaga Pesta Nelayan Cituis bukan semata mempertahankan sebuah perayaan tahunan, melainkan merawat sejarah, memperkuat solidaritas, sekaligus menjaga denyut perekonomian masyarakat pesisir agar tetap hidup lintas generasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *