CSRINDONESIANEWS – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kembali menghadirkan Program Umroh Nyaman Berkah pada 2026. Tahun ini, program tersebut membawa lebih banyak penerima manfaat dengan memberangkatkan 12 jemaah, meningkat dari delapan orang pada tahun sebelumnya.
Pelepasan jemaah berlangsung di Kantor Bupati Belitung Timur, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Selasa (6/10/2026). Program ini menjadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada masyarakat yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten mengatakan, keberangkatan 12 jemaah tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan sejumlah perusahaan melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Dari total penerima manfaat, tujuh jemaah dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Belitung Timur, sementara lima lainnya memperoleh dukungan dari dana CSR perusahaan.
“Total ada 12 jemaah yang diumrahkan. Sebanyak tujuh orang dibiayai melalui APBD Kabupaten Belitung Timur, sedangkan lima orang lainnya ditopang melalui dana CSR perusahaan,” ujar Kamarudin, Selasa (6/10/2026).
Menjangkau Mereka yang Mengabdi
Program Umroh Nyaman Berkah tidak sekadar memperluas jumlah penerima manfaat. Tahun ini, cakupannya juga menjangkau masyarakat dari 39 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Belitung Timur.
Para penerima berasal dari berbagai latar belakang, terutama mereka yang selama ini berkontribusi dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Di antaranya marbot masjid, guru ngaji, hingga tokoh masyarakat senior yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga bagi lingkungan sekitarnya.
Menariknya, manfaat program tahun ini turut dirasakan masyarakat dari wilayah kepulauan. Dua jemaah berasal dari pulau terluar Belitung Timur, yakni masing-masing satu orang dari Pulau Buku Limau dan Pulau Long.
“Tahun ini ada dua jemaah asal wilayah kepulauan yang ikut berangkat, yakni satu orang dari Pulau Buku Limau dan satu orang lagi dari Pulau Long,” kata Kamarudin.
Kehadiran penerima dari wilayah kepulauan tersebut memperlihatkan upaya pemerintah daerah untuk memastikan program sosial tidak hanya terpusat di wilayah daratan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang tinggal di kawasan dengan akses yang lebih terbatas.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Di balik keberangkatan para jemaah, terdapat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Kamarudin menyampaikan apresiasi kepada perusahaan serta BUMD yang secara konsisten memberikan dukungan melalui program CSR.
Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi antara lain PT Timah Tbk, PT Alfindo Asia Mineral, Bank Sumsel Babel, PT Irpau Hero, serta investor baru PT Belitung Industrial Park.
Kamarudin secara khusus mengapresiasi keterlibatan PT Belitung Industrial Park yang turut berkontribusi meski proses perizinan kawasan industrinya baru saja rampung.
Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa investasi dan aktivitas dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
“Ini hal yang luar biasa. Perusahaan yang perizinannya baru selesai saja sudah berkomitmen menyalurkan CSR untuk masyarakat. Ini bukti para pengusaha di Belitung Timur memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Tak berhenti pada pembiayaan perjalanan, dukungan CSR juga diberikan dalam bentuk uang saku untuk para jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Total uang saku yang disiapkan mencapai 12 ribu Riyal, yang akan dibagikan secara merata kepada seluruh jemaah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Timur.
Bagi para penerima, perjalanan ini bukan sekadar keberangkatan menuju Tanah Suci. Program tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka sekaligus gambaran bagaimana kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas. (*)











