CSRINDONESIANEWS — PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) memperluas komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya edukasi dan deteksi dini thalassemia. Melalui program
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kesehatan di kalangan generasi muda, sekaligus memperluas akses terhadap informasi dan pemeriksaan yang berkaitan dengan kelainan darah turunan tersebut.
Program ini merupakan implementasi pilar keberlanjutan Prodia, Promoting Healthcare Services for All dan Involving People. Inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu Good Health and Well-being, melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan dini, dan pelibatan masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pencegahan
Seminar dan skrining thalassemia diresmikan oleh Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, dr. Dani Esti Novia. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep.; Finance & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk Marina Eka Amalia, S.H., M.H.; Ketua III Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas Wahyono, S.IP.; serta Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Banyumas Siti Aminah, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutan Bupati Banyumas yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan, pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan kesehatan dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai thalassemia.
Bupati menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menyebarluaskan informasi kesehatan, termasuk kepada keluarga dan lingkungan pertemanan.
“Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan edukasi dan skrining thalassemia ini diharapkan dapat disampaikan kepada keluarga dan teman. Kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Bupati dalam sambutan yang dibacakan.
Thalassemia dan Pentingnya Deteksi Dini
Menurut Bupati, thalassemia merupakan persoalan kesehatan yang juga dihadapi masyarakat Banyumas. Saat ini, sekitar 657 pasien thalassemia tercatat menjalani perawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan RSUD Banyumas.
Ia menyoroti kebutuhan perawatan dan pengobatan jangka panjang yang harus dijalani pasien, sekaligus dukungan berkelanjutan dari keluarga.
“Kalau berbicara soal thalassemia, ada pasien yang membutuhkan perawatan dan pengobatan berkelanjutan, ada keluarga yang terus-menerus mendampingi, serta biaya dan perhatian yang harus diberikan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, upaya penanganan thalassemia perlu mencakup pencegahan melalui edukasi dan deteksi dini, selain perawatan bagi pasien yang telah terdiagnosis.
Bupati berharap kegiatan ini dapat mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan memahami peran deteksi dini dalam upaya pencegahan.
Prodia Dorong Kesadaran Kesehatan Generasi Muda
Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof. Dr. Jebul Suroso, menilai kerja sama dengan Prodia memberikan manfaat bagi mahasiswa, khususnya dalam memperluas wawasan tentang thalassemia dan pentingnya skrining kesehatan.
Sementara itu, Finance & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, mengatakan bahwa kolaborasi merupakan bagian penting dari upaya perusahaan memperluas kesadaran kesehatan masyarakat.
“Bagi Prodia, mendukung kesehatan masyarakat berarti hadir tidak hanya ketika seseorang membutuhkan pemeriksaan, tetapi juga sejak langkah awal untuk lebih mengenal dan menjaga kesehatannya,” ujar Marina.
Ia menambahkan, edukasi dan langkah preventif perlu dikenalkan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi kesehatan diri.
Thalassemia merupakan kelainan darah genetik yang memengaruhi pembentukan hemoglobin. Individu pembawa sifat thalassemia (carrier) dapat tampak sehat tanpa gejala yang jelas, sehingga edukasi dan skrining menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Skrining dan Aktivitas Edukatif
Dengan target sekitar 1.000 peserta, pengambilan sampel skrining dilaksanakan secara bertahap pada 17–24 September 2026 di kawasan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Pelaksanaan pemeriksaan disesuaikan dengan kapasitas layanan dan stabilitas sampel.
Rangkaian kegiatan menghadirkan seminar bersama klinisi Patologi Klinik/Dokter Spesialis Imunologi Prof. Tonang Dwi Ardyanto, dr., SpPK, Subsp. IK(K), PhD, FISQua, CHAE, serta dosen Fakultas Kedokteran UMP, Dr. dr. Dewi Karita, M.Sc.
Peserta juga mengikuti sesi berbagi bersama Dinar Faiza, Ketua PPTI, dan Siti Aminah, Ketua POPTI Banyumas. Kegiatan dilengkapi dengan kompetisi konten edukasi thalassemia dan video blogging (vlog) yang melibatkan mahasiswa.
Prof. Tonang menjelaskan bahwa Indonesia termasuk dalam kawasan yang memiliki prevalensi thalassemia cukup tinggi. Ia menyebut sekitar 3–10 persen populasi merupakan pembawa sifat thalassemia.
“Indonesia berada di kawasan thalassemia belt dan menjadi salah satu wilayah dengan angka hemoglobinopati yang cukup tinggi,” katanya.
Melalui rangkaian seminar, skrining, dan aktivitas kreatif, peserta didorong untuk memahami informasi kesehatan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan tentang thalassemia kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Komitmen Berkelanjutan Sejak 2010
Program CSR edukasi dan skrining thalassemia Prodia telah dijalankan secara berkelanjutan sejak 2010. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung edukasi kesehatan dan deteksi dini, khususnya di kalangan generasi muda.
Ke depan, Prodia berkomitmen memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan jangkauan manfaat program serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya edukasi dan skrining thalassemia. (*)












