CSRINDONESIANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk untuk upaya pengentasan kemiskinan di daerah itu melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI Muhammad Arif Gunawan, di Banyuwangi, Rabu.
“Hari ini kami spesifik berbicara terkait konstelasi ekosistem kesehatan dan pendidikan, dan kami akan mengkolaborasikan pendayagunaan dana sosial BSI Maslahat agar berdampak tepat sasaran,” kata Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra PT BSI (Persero) Tbk Muhammad Arif Gunawan.
Dia menyampaikan bahwa BSI siap menjadi mitra strategis dalam mengawal agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Arif Gunawan menjelaskan dukungan kesehatan mencakup penguatan sarana rumah sakit hingga puskesmas, dan BSI juga mengalokasikan program CSR untuk penanganan stunting serta bantuan bagi pasien kategori miskin.
“Untuk sektor pendidikan, BSI menyiapkan program beasiswa khusus bagi para pelajar. Penyaluran dana beasiswa tersebut akan disinergikan bersama lembaga pendidikan formal maupun informal di Banyuwangi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kolaborasi tersebut, dan dukungan BSI dapat memperkuat berbagai program pemerintah daerah sekaligus mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
“Selama ini Banyuwangi terus menghadirkan berbagai inovasi di bidang kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” katanya.
Program tersebut, ujar Ipuk, antara lain Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Beasiswa Progresif, Garda Ampuh untuk memutus mata rantai anak putus sekolah, Mall Orang Sehat, layanan jemput bola bagi warga yang membutuhkan perawatan, hingga penanganan stunting yang melibatkan kader dan pedagang sayur keliling.
“Berkat kerja gotong royong ini, IPM meningkat menjadi 75,17, lebih tinggi jika dibandingkan wilayah Sekarkijang, kemiskinan juga turun menjadi 6,13 persen. Semoga dengan dukungan BSI, upaya-upaya yang kami lakukan ini semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” kata Ipuk. (*)












