CSRINDONESIANEWS – PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru melalui Pegadaian Cabang Solok menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi mengatakan bantuan tersebut diserahkan ke Posko Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, dan berharap bantuan itu didistribusikan kepada masyarakat dan pengungsi sesuai kebutuhan di lapangan.
“Sesuai dengan kebijakan Pemkab Solok nya bahwa sekarang dalam situasi tanggap darurat bencana. Kami pun berinisiatif memberikan bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak, dan hal ini juga bentuk rasa peduli kami atas kondisi yang terjadi di Arosuka,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2026).
Dia menjelaskan adapun bantuan yang diberikan itu difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti bahan pangan serta perlengkapan, yakni ada 52 karung beras ukuran 10 kilogram, 55 dus minyak goreng, 7 karung gula pasir, dan 13 dus sarden.
Selain bahan pangan, lanjut dia, Pegadaian juga memberikan perlengkapan untuk masyarakat dan pengungsi, khususnya kebutuhan balita dan wanita, antara lain popok bayi (pampers), pembalut, serta perlengkapan mandi.
Agus menegaskan bahwa kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat yang terdampak bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui TJSL/CSR untuk memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit,” ujarnya.
Dia bilang Pegadaian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam memastikan bantuan sosial yang diberikan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Dalam penanganan bencana, sinergi dan gotong royong menjadi hal yang sangat penting. Pegadaian siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait agar dukungan yang diberikan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Kami juga berharap proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan dengan baik,” sebutnya.
Dalam berbagai aksi tanggap bencana, kata Agus, Pegadaian mengutamakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara cepat, tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pegadaian berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius mengatakan bantuan yang diberikan Pegadaian merupakan kebutuhan yang sangat dinanti oleh masyarakat, karena dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir bandang itu, telah menyebabkan masyarakat kehilangan tempat tinggal, serta kekurangan kebutuhan pangan lainnya.
“Bantuan itu sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengungsi selama masa tanggap darurat. Bantuan ini akan kami salurkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan,” ujar Nopelius.
Dia juga menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penanganan bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Penanganan bencana membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Kami berharap kepedulian seperti ini dapat terus terjalin sehingga kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat ditangani bersama secara optimal,” tambahnya.
Bencana galodo dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok mendorong pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak 22 September 2026, dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas penanganan. (*)












