BeritaTokoh Inspirasi

Menjaga Akses Air Bersih, Wali Kota Banjarbaru Turun Langsung Tangani Dampak Kekeringan

7
×

Menjaga Akses Air Bersih, Wali Kota Banjarbaru Turun Langsung Tangani Dampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Banjarbaru menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kemarau berkepanjangan, sembari menyiapkan langkah jangka panjang untuk menjamin ketersediaan sumber air berkelanjutan.

CSRINDONESIANEWS Kemarau berkepanjangan mulai memberi tekanan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Rabu.

Kehadiran wali kota di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, khususnya ketika sejumlah sumur mulai mengalami kekeringan.

“Kita terus pantau kebutuhan warga dan siap membantu yang kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Lisa.

Respons Cepat di Tengah Kemarau

Distribusi air bersih menjadi langkah tanggap Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menghadapi dampak kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan tanpa hujan. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Banjarbaru untuk menyalurkan ribuan liter air bersih ke permukiman warga.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan air akibat mengeringnya sumber air rumah tangga.

Namun, bagi Lisa, penanganan kekeringan tidak berhenti pada distribusi bantuan darurat. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan strategi jangka panjang guna memastikan masyarakat memiliki akses terhadap sumber air yang lebih berkelanjutan.

“Kami melihat kondisi warga langsung di lapangan. Jika memang dibutuhkan, tentu dikoordinasikan solusi jangka panjang, sehingga masyarakat tidak terus-menerus mengalami kesulitan ketika kemarau,” ungkapnya.

Harapan atas Solusi Berkelanjutan

Bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah mendapat apresiasi dari warga setempat. Rubiati, istri Ketua RT 19, menyampaikan rasa syukur atas perhatian langsung pemerintah kota terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

“Kami bersyukur dan sangat berterima kasih kepada wali kota yang sudah menyalurkan bantuan air bersih dari pemerintah kota yang tentu sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” tuturnya.

Di sisi lain, warga bernama Jumilah berharap penanganan kekeringan turut diarahkan pada pembangunan infrastruktur sumber air. Ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pembangunan sumur bor sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih saat musim kemarau.

“Warga juga berharap ada bantuan dari pemkot agar dibuatkan sumur bor sehingga jika musim kemarau warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih melalui sumur yang airnya diharapkan tidak kering,” katanya.

Bagi masyarakat terdampak, distribusi air bersih memberikan bantuan yang dibutuhkan saat ini. Sementara itu, penyediaan sumber air berkelanjutan menjadi harapan penting agar ketahanan kebutuhan dasar warga dapat terjaga ketika musim kemarau kembali datang. (*)

BACA JUGA :  APHI Jambi Bagikan Air Bersih untuk Warga Rawa Pudak Terdampak Kemarau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *