CSRINDONESIANEWS – Panewu Sentolo menghadiri kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta melalui penyelenggaraan bakti sosial menggunakan Kereta Sehat (Rail Clinic) dan Kereta Pustaka (Rail Library) di Stasiun Sentolo, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kamis (24/09/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), sekaligus menjadi bentuk kepedulian perusahaan dalam memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, edukasi, serta bantuan sosial dan lingkungan.
Kegiatan dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kulon Progo, jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta, BKKBN DIY, Panewu Sentolo, Danramil Sentolo, Kapolsek Sentolo, Lurah Sentolo beserta Ibu Dukuh Sentolo Lor, Balai Penyuluh KB Sentolo, serta kepala sekolah dan perwakilan SD Negeri 2 Sentolo, SD Negeri 3 Sentolo, SD Kaliagung, SDIT Budi Mulyo. Hadir pula masyarakat penerima manfaat kegiatan bakti sosial.
Manajer Kesehatan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta, Wakhyo Komantri, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL sekaligus mendukung keselamatan perjalanan kereta api pada semester II.
Menurutnya, kegiatan telah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan Puskesmas Sentolo I. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan kesehatan umum, pemeriksaan obstetri dan ginekologi (obsgyn), pemberian kacamata, pemeriksaan kesehatan reproduksi, serta bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kapanewon Sentolo.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi PT Kereta Api Indonesia untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan Puskesmas Sentolo I agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Panewu Sentolo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan bakti sosial melalui Rail Clinic dan Rail Library di wilayah Kapanewon Sentolo. Menurutnya, kehadiran Rail Clinic memberikan akses pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat, termasuk pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan gigi secara gratis.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut juga memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program RTLH. Sebanyak empat rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni mendapatkan bantuan sehingga dapat menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman bagi penerima manfaat.
“Bakti sosial Rail Clinic ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan pelayanan kesehatan secara langsung. Hari ini juga ada bantuan RTLH untuk empat rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi layak huni. Mari kita manfaatkan dan rawat rumah yang sudah diberikan,” ujar Panewu Sentolo.
Panewu juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Rail Library sebagai sarana edukasi dan meningkatkan minat baca, khususnya bagi anak-anak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, PT KAI, bidang kesehatan, serta program kependudukan dan keluarga berencana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menyampaikan terima kasih kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial tersebut. Menurutnya, sinergi antara jajaran perkeretaapian, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini. Dengan kolaborasi yang baik, pelayanan kepada masyarakat dapat semakin bermutu dan terjamin. Apabila dari hasil pemeriksaan terdapat masyarakat yang membutuhkan tindak lanjut, diharapkan dapat segera ditangani melalui fasilitas pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Dari unsur BKKBN DIY, disampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjalankan program kependudukan, keluarga berencana, serta pembangunan keluarga. Salah satu program yang terus didorong adalah gerakan orang tua asuh dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Selain penanganan stunting, perhatian juga diarahkan pada pengasuhan anak melalui gerakan Tamasya (Taman Asuh Anak), peningkatan kualitas kehidupan keluarga, serta perhatian terhadap kelompok lanjut usia. BKKBN juga menekankan pentingnya perbaikan rumah tidak layak huni, sanitasi lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan keluarga yang sehat.
Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat terus berlanjut sehingga bantuan dan pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui kegiatan TJSL tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui layanan transportasi, tetapi juga melalui kontribusi di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman.
“KAI Hadir, Melayani dan Memberi Manfaat bagi Masyarakat.” (*)












