BeritaAksi Korporasi

KAI Daop 6 Yogyakarta Perkuat Inklusivitas Lewat Dukungan Sosial Rp100 Juta

7
×

KAI Daop 6 Yogyakarta Perkuat Inklusivitas Lewat Dukungan Sosial Rp100 Juta

Sebarkan artikel ini
Tim CSR Kantor Pusat KAI dan Tim Komite TJSL Daop 6 Yogyakarta menyerahkan bantuan Program CSR secara simbolis dengan total nilai Rp100.000.000 kepada Tim Diwa Foundation, Wildan dalam rangka mendukung kegiatan Suara Inklusi.

CSRINDONESIANEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta kembali memperluas kontribusinya di luar sektor transportasi. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk mendukung upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada Jumat (10/9) oleh Tim CSR Kantor Pusat KAI bersama Tim Komite TJSL Daop 6 Yogyakarta kepada Diwa Foundation dalam rangka mendukung kegiatan Suara Inklusi.

Dukungan yang diberikan mencakup bantuan E-Money serta program bedah rumah. Kedua bentuk bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para penerima, mulai dari membantu kebutuhan sehari-hari hingga menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Program Suara Inklusi sendiri menjadi salah satu wadah untuk memperkuat kepedulian terhadap keberagaman kondisi sosial di tengah masyarakat. Melalui program tersebut, semangat untuk membuka akses dan kesempatan yang lebih luas bagi setiap individu terus didorong agar semua pihak dapat berpartisipasi dan berkembang secara setara.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan bahwa penyaluran bantuan TJSL merupakan bagian dari komitmen KAI dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan peningkatan kualitas kehidupan.

“Melalui Program TJSL, KAI Daop 6 Yogyakarta ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dukungan terhadap kegiatan Suara Inklusi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif, sekaligus memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Feni.

Menurutnya, nilai sebuah program sosial tidak hanya diukur dari besaran bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari dampak yang mampu dirasakan oleh para penerima manfaat.

Bantuan E-Money, misalnya, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerima manfaat. Sementara itu, program bedah rumah menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan mendukung kualitas hidup masyarakat.

BACA JUGA :  Sido Muncul Kembali Salurkan Bantuan Rp 510 Juta ke Korban Gempa NTT

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Kami juga mengapresiasi Diwa Foundation yang telah menjadi mitra dalam menghadirkan kegiatan yang mengedepankan nilai inklusivitas dan kepedulian sosial,” tambah Feni.

Bagi KAI Daop 6 Yogyakarta, program TJSL merupakan salah satu instrumen untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih luas. Penyaluran bantuan kepada Diwa Foundation menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung program-program yang tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan bagi masyarakat.

Ke depan, KAI Daop 6 Yogyakarta berharap kolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas sosial dapat terus diperkuat. Sinergi lintas pihak dinilai penting untuk memastikan berbagai program sosial dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dengan demikian, peran KAI tidak berhenti sebagai penyedia layanan transportasi. Melalui berbagai inisiatif sosial, perusahaan juga berupaya hadir sebagai bagian dari ekosistem masyarakat yang mendorong tumbuhnya kepedulian, kesetaraan, dan inklusivitas.

“Melalui kolaborasi tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga turut mengambil peran dalam mendukung berbagai inisiatif sosial yang dapat memperkuat kepedulian, kesetaraan, dan inklusivitas di tengah masyarakat,” tutup Feni. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *