BeritaMasyarakat

Sido Muncul Kembali Salurkan Bantuan Rp 510 Juta ke Korban Gempa NTT

2
×

Sido Muncul Kembali Salurkan Bantuan Rp 510 Juta ke Korban Gempa NTT

Sebarkan artikel ini
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada perwakilan sejumlah lembaga dan keuskupan di NTT.

CSRINDONESIANEWS – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali menyalurkan bantuan senilai Rp 510 juta kepada korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada perwakilan sejumlah lembaga dan keuskupan di NTT.

Irwan menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan atas bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat di NTT. Ia berharap bantuan ini dapat mempermudah akses untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana secara langsung.

“Saya mewakili Sido Muncul, karyawan, mengucapkan turut berduka cita atas bencana yang menimpa saudara-saudara kami di Flores NTT. Kami ikut menyatakan rasa empati kami, semoga bantuan ini bersama-sama dengan bantuan yang lain bisa membantu meringankan beban seluruh masyarakat Flores. Semoga bencana ini cepat berlalu dan semuanya bisa jadi baik kembali,” ujar Irwan di Kantor Sido Muncul, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Bantuan uang tunai senilai total Rp 510 juta diserahkan kepada Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM; Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA; Rumah Gendang Pa’ang Lembor; dan Biara SSpS Ruteng (Yayasan Dian Yosefa) masing-masing senilai Rp 40 juta

Kemudian, bantuan melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Keuskupan Agung Ende; Paroki Uwa Palue Keuskupan Maumere; Keuskupan Labuan Bajo; Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota Keuskupan Ruteng; Paroki St. Antonius Padua Ri’i Keuskupan Ruteng; Caritas Keuskupan Larantuka; dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia masing-masing senilai Rp 50 juta.

Sebelumnya, Sido Muncul juga telah memberikan bantuan uang tunai senilai Rp 400 juta melalui dua lembaga, diantaranya Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) senilai Rp 300 juta dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) senilai Rp 100 juta.

“Kalau kali ini langsung ke paroki-paroki, kemudian lembaga adat. Semoga bantuan-bantuan yang mengalir bisa meringankan beban kepada seluruh masyarakat di Flores,” kata Irwan.

BACA JUGA :  Forum TJSLBU Karo Salurkan Bantuan ke Pengungsi Sinabung

Sinergi dengan Pemerintah Daerah hingga Akademisi

Irwan mengatakan bantuan kali ini diberikan berdasarkan rekomendasi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia juga mendapat informasi mengenai sejumlah yayasan dan lembaga yang membutuhkan bantuan dari Associate Professor in Educational Management, Doctor of Research in Management, BINUS University, Agustinus Bandur Ph.D.

“Data yayasan dan lembaga saya dapat dari dari Prof. Bandur. Saya juga berterima kasih kepada Gubernur NTT, Pak Melki yang memberikan rekomendasi mengenai titik-titik mana saja yang membutuhkan bantuan,” tambah Irwan.

Sementara itu, Prof. Bandur berharap komunitas adat, lembaga pendidikan, dan paroki di Flores NTT tidak merasa sendirian dalam menghadapi dampak gempa. Ia menilai bantuan dari berbagai pihak, termasuk Sido Muncul, membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak.

“Hal yang paling kami maknai bahwa komunitas-komunitas adat, lembaga-lembaga pendidikan, dan paroki tidak sendirian dalam menghadapi bencana. Kami dari komunitas-komunitas adat itu menunggu kurang lebih satu minggu ketika bantuan dari pemerintah pusat difokuskan di pusat gempa di Nagekeo dan Flores Timur (Larantuka),” ucapnya.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Sido Muncul kepada masyarakat terdampak gempa. Pasalnya, Sido Muncul turut memberikan bantuan hingga ke wilayah pedalaman dan jalur gempa.

“Kami bersyukur Sido Muncul hadir meringankan beban komunitas adat, termasuk komunitas yang saya wakili, Rumah Gendang Pa’ang Lembor di Manggarai Barat. Sido Muncul hadir tidak hanya di pusat-pusat gempa, tetapi hadir di pedalaman, jalur-jalur gempa, terutama komunitas adat, paroki, dan institusi pendidikan. Untuk itu, terima kasih banyak,” ungkapnya.

Penanganan Korban Cedera Patah Tulang

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Independen Sido Muncul yang juga merupakan perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia, Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT mengatakan bantuan ini akan difokuskan untuk penanganan korban gempa di Flores, khususnya pasien dengan cedera patah tulang.

“Karena jumlah dokter ortopedi terbatas di sana, kami sudah langsung kirim (dokter) dari Sulawesi Selatan sejak hari pertama. Dan sampai dua minggu pertama, setiap hari ada 16 sampai 18 dokter ortopedi yang diperbantukan di tujuh kabupaten di Pulau Flores,” paparnya.

BACA JUGA :  Lewat CSR Pertamina, Michael Wattimena Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah untuk Kota Ambon

dr. Adib mengatakan tim tersebut berasal dari Surabaya, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jakarta. Mereka bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada korban.

“Bahkan ada dua Rumah Sakit, yaitu Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) dari Surabaya yang sudah berangkat ke sana, terus kemudian KRI dr. Soeharso,” ungkapnya.

Ia mengatakan jumlah pasien kini mulai menurun dibandingkan dua pekan pertama. Meski demikian, dua tim ortopedi masih diterjunkan untuk menangani sejumlah kasus pascagempa.

“Memang kalau dari aspek bedah ortopedi, jumlah korban sudah menurun, jumlah pasien juga sudah menurun. Tapi tentunya masih harus menjadi perhatian, terutama di pelayanan primer di puskesmas, kemudian di pengungsian. Tetap harus perlu diperhatikan kesehatannya, kebersihan, gizi, dan sanitasinya,” paparnya.

Apresiasi Lembaga Adat hingga Pendidikan

Bantuan Sido Muncul untuk masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat apresiasi dari sejumlah penerima. Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki bangunan yang rusak hingga mendukung aktivitas pendidikan dan adat.

Perwakilan Rumah Gendang Pa’ang Lembor sekaligus Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA, Fulgensius Surianto mengatakan bantuan dari Sido Muncul akan digunakan untuk memperbaiki sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan.

“Untuk lembaga adat Pa’ang Lembor, itu terkait dengan kondisi dapurnya. Karena kemarin pada saat gempa, dapur itu sudah rata tanah. Padahal di situ menjadi pusat kegiatan adat untuk satu kampung,” kata Fulgensius.

Sementara itu, bantuan untuk Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA akan digunakan untuk memperbaiki bangunan yang mengalami keretakan. Lembaga tersebut juga memiliki perpustakaan yang digunakan oleh anak-anak untuk membaca dan belajar komputer dasar.

“Jadi sekali lagi kami mengucapkan terima kasih untuk Sido Muncul, Pak Irwan, dan semua keluarga besar Sido Muncul atas bantuan yang kami terima,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Warga Numbing Disebut Dukung Sedimentasi Laut, Kompensasi Nelayan Jadi Perhatian

Senada, perwakilan dari Biara SSpS Ruteng (Yayasan Dian Yosefa), Sr. Dorothea Siu, SSpS mengatakan terdapat tiga sekolah yang dikelola yayasan dan mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sekolah milik kongregasi kami, ada TK Immaculata Ruteng, SMPK Immaculata Ruteng, dan SMAK Setia Bakti Ruteng, itu benar-benar sama sekali tidak bisa digunakan lagi. Jadi, sekarang mereka menjalani sekolah tetapi berada di luar, dibangun tenda di halaman sekolah dan KBM (kegiatan belajar mengajar)-nya di situ sekarang,” paparnya.

Sr. Dorothea pun berterima kasih atas bantuan yang diberikan Sido Muncul. Batuan ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak secara bertahap.

Kami ucapkan banyak terima kasih untuk Bapak Irwan yang sudah mau membantu. Dan itu akan digunakan untuk pembangunan pelan-pelan karena gedung sekolahnya sama sekali tidak bisa dipakai lagi, tidak bisa digunakan lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bantuan diserahkan secara simbolis di Kantor Sido Muncul kepada Perwakilan Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM, Romo Wolfhelmus Apriliano OFM; Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA, Fulgensius Surianto; Rumah Gendang Pa’ang Lembor, Agustinus Bandur Ph.D; Biara SSps Ruteng (Yayasan Dian Yosefa), Sr. Dorothea Siu, SSpS, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia yang juga merupakan Komisaris Independen Sido Muncul, Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT.

Bantuan juga diserahkan secara virtual kepada Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Keuskupan Agung Ende, Romo RD Reginald Piperno; Paroki Uwa Palue Keuskupan Maumere, Romo Rinto RD; Keuskupan Labuan Bajo, Romo Frans Nala, Pr; Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota Keuskupan Ruteng, Romo Febryano Tagung; Paroki St. Antonius Padua Ri’i Keuskupan Ruteng, Romo RD Tarsisius Syukur; dan Caritas Keuskupan Larantuka, Romo RD Pey Hurint. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *