BeritaTokoh Inspirasi

Teknologi Pertanian Modern Bidik Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare di Papua

2
×

Teknologi Pertanian Modern Bidik Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare di Papua

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri saat melakukan penanaman padi perdana pada lahan cetak sawah rakyat di Senggi, Senin (7/9)

CSRINDONESIANEWS – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pertanian menargetkan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dikembangkan di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom.

Target ambisius tersebut akan didorong melalui penerapan teknologi pertanian modern Advanced Agriculture System (AAS), termasuk metode PM-AAS, yang rencananya akan diuji dan diterapkan pada lahan percontohan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, mengatakan pengembangan kawasan pertanian di Senggi terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, sekitar 1.100 hektare lahan telah menjalani proses pembukaan, pembersihan, dan perataan tanah sebagai tahap awal pengembangan sawah produktif.

“Yang saat ini sudah dibuka sekitar 800 hektare. Kemudian yang kedua sekitar 300 hektare. Total 1.100 hektare sudah dilakukan land clearing dan land leveling,” ujar Lunanka usai kegiatan penanaman padi perdana di lahan Cetak Sawah Rakyat Senggi, Senin.

Program CSR di Distrik Senggi sendiri memiliki potensi pengembangan lahan yang cukup besar, yakni mencapai 6.530,22 hektare. Dari total potensi tersebut, ribuan hektare lahan secara bertahap akan dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif dengan dukungan teknologi modern dan sistem pendampingan bagi petani.

Saat ini, sebagian lahan telah memasuki tahap pencetakan sawah dan penanaman. Untuk memperkuat hasil produksi, pemerintah juga menyiapkan kawasan percontohan dengan dua model penerapan teknologi pertanian.

Sebanyak 50 hektare lahan akan menggunakan metode PM-AAS, sementara area lainnya akan memanfaatkan teknologi drone serta sistem tanam benih langsung atau Tabela. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan hingga penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Lunanka optimistis inovasi teknologi pertanian dapat memberikan lompatan signifikan terhadap produktivitas padi di Papua.

BACA JUGA :  Maybank Global CR Day 2026: Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Program #BalikBAIK

“Kami optimistis penerapan teknologi pertanian tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat dibandingkan rata-rata hasil program CSR secara nasional yang berada pada kisaran 4–5 ton per hektare,” katanya.

Optimisme tersebut, menurut Lunanka, memiliki dasar yang kuat. Sebelumnya, penerapan teknologi pertanian di Kabupaten Keerom telah melalui tahap uji coba dan mampu menghasilkan produksi padi hingga 12 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator potensi besar pengembangan pertanian modern di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Keerom yang memiliki ketersediaan lahan dan peluang pengembangan kawasan pangan dalam skala luas.

Pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat di Senggi juga tidak dilakukan secara mandiri. Pemerintah Provinsi Papua akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), penyuluh pertanian, hingga sejumlah pihak terkait.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan penerapan teknologi pertanian berjalan secara optimal, sekaligus memberikan pendampingan kepada para petani dalam mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas.

Lebih dari sekadar program pembukaan sawah, pengembangan CSR di Senggi menjadi gambaran transformasi pertanian Papua menuju sistem produksi pangan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi serta kolaborasi lintas sektor, kawasan ini diharapkan mampu menjadi salah satu sentra produksi padi baru yang berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan daerah maupun nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *