CSRINDONESIANEWS – Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana kembali ditunjukkan PT Asuransi BRI Life. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Yang menarik, bantuan tersebut tidak hanya bersumber dari dukungan perusahaan. Para pekerja dan jajaran manajemen BRI Life turut mengambil bagian melalui penggalangan donasi internal. Kolaborasi ini menjadi wujud solidaritas yang mempertemukan kepedulian perusahaan dengan semangat gotong royong para pekerjanya.
Bantuan logistik yang disalurkan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana. Namun, kehadiran tim BRI Life di lapangan juga membawa pesan yang lebih luas: bahwa dukungan kepada masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga diwujudkan melalui kehadiran dan perhatian secara langsung.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan menggandeng ekosistem BRI Group. Relawan BRI Life berkolaborasi dengan Relawan Bank BRI di wilayah terdampak untuk memastikan proses pengadaan hingga distribusi berjalan efektif dan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Corporate Secretary BRI Life, Ade Nasution, mengatakan kehadiran perusahaan di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk terus membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan publik.
“BRI Life turut berduka dan menyampaikan keprihatinan atas musibah gempa bumi yang terjadi di NTT. Melalui program TJSL BRI Life yang diperkuat dengan donasi dari para pekerja, kami ingin hadir dan memberikan dukungan nyata bagi masyarakat terdampak,” ujar Ade dalam siaran pers kepada Marketeers, Jumat (4/9/2026).
Ia menambahkan, kehadiran langsung di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian sekaligus solidaritas perusahaan kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
Di lapangan, para relawan dari ekosistem BRI Group turut berinteraksi langsung dengan masyarakat penyintas di Desa Beokina dan Desa Dimpong, Kabupaten Manggarai, NTT. Mereka berkoordinasi dengan tokoh masyarakat serta pihak yang bertanggung jawab menerima bantuan untuk memastikan distribusi berlangsung sesuai kebutuhan warga.
Keterlibatan langsung tersebut menjadi bagian penting dalam penyaluran bantuan. Di tengah kondisi pascabencana yang kerap menghadirkan berbagai keterbatasan, koordinasi dengan masyarakat setempat membantu memastikan bantuan dapat diberikan secara tepat dan bermanfaat.
Ade juga mengapresiasi dukungan Bank BRI dalam proses pengadaan dan distribusi bantuan. Menurutnya, kolaborasi antarelemen dalam ekosistem BRI Group menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat melewati masa pemulihan.
“Kami mengapresiasi dukungan dan kolaborasi Bank BRI yang turut membantu proses pengadaan dan distribusi bantuan. Semangat gotong royong ini menjadi kekuatan untuk bersama-sama membantu masyarakat agar dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik,” tutur Ade.
Bagi BRI Life, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Di tengah situasi krisis, kehadiran korporasi bukan hanya diukur dari seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kesediaan untuk hadir, mendengar, dan bergerak bersama masyarakat.
Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa nilai perlindungan yang menjadi bagian dari bisnis asuransi dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih luas—yakni kepedulian dan solidaritas ketika masyarakat sedang membutuhkan dukungan. (*)












