CSRINDONESIANEWS – XLSMART melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk XLSMART Peduli Bencana menyalurkan bantuan lanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini berlangsung sejak 21 Agustus 2026 dan menyasar warga di lima wilayah, yaitu Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, dan Sikka. Program ini dijalankan bersamaan dengan proses pemulihan jaringan telekomunikasi yang sebelumnya terganggu akibat bencana di kawasan tersebut. Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Z. Mirza, menyatakan bahwa pemulihan jaringan menjadi prioritas sejak awal agar masyarakat tetap memiliki akses komunikasi selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Ia menegaskan bahwa seluruh Base Transceiver Station (BTS) milik XLSMART yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi normal.

Bentuk kontribusi yang diberikan XLSMART dalam program ini mencakup dua aspek utama, yakni bantuan kebutuhan pokok dan fasilitas komunikasi bagi warga terdampak. Untuk mendukung masyarakat tetap terhubung, perusahaan turut membagikan kartu SIM yang dilengkapi paket data sebesar 6 GB, gratis telepon selama 10 menit, 10 SMS ke seluruh operator, serta akses komunikasi tanpa batas ke sesama pengguna XL dan Axis. Reza menjelaskan bahwa dukungan kepada masyarakat tidak berhenti begitu jaringan kembali pulih, melainkan tetap berlanjut agar kehadiran perusahaan memberi manfaat langsung selama warga menjalani proses pemulihan. Penyaluran bantuan turut mempertimbangkan kebutuhan spesifik masyarakat serta kondisi masing-masing wilayah yang terdampak bencana.
Dalam pelaksanaannya, XLSMART tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng sejumlah mitra untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran. Pihak yang dilibatkan antara lain Daarut Tauhid Peduli, Wahana Visi Indonesia, aparat pemerintah setempat, serta komunitas lokal di masing-masing wilayah. Kolaborasi lintas pihak ini menjadi kunci agar bantuan dapat menjangkau kebutuhan riil warga di lapangan, mengingat kondisi tiap daerah terdampak berbeda-beda. Sebelum penyaluran bantuan dilakukan, tim teknis XLSMART lebih dahulu melakukan pemantauan jaringan selama 24 jam penuh dan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi.
Proses perbaikan jaringan sendiri disesuaikan dengan kondisi akses jalan, ketersediaan pasokan listrik, serta situasi spesifik di setiap lokasi terdampak. Meski seluruh BTS yang terdampak kini telah kembali beroperasi, XLSMART masih terus melakukan pemantauan performa jaringan untuk menjaga kualitas layanan. Langkah ini diambil agar konektivitas yang telah pulih dapat terus mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat secara berkelanjutan, bukan hanya bersifat sementara pascabencana.
Sasaran utama dari program ini adalah masyarakat terdampak bencana di lima kabupaten di NTT, dengan manfaat yang diharapkan dapat membantu mereka berkomunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi penting, serta menjalankan berbagai kebutuhan selama masa pemulihan. Pulihnya jaringan telekomunikasi juga diharapkan turut memperkuat koordinasi antara masyarakat, pemerintah, relawan, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana. Selain itu, kembalinya konektivitas berpotensi mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga di wilayah-wilayah yang terdampak.
Melalui program XLSMART Peduli Bencana, perusahaan berupaya hadir dalam dua fase penanganan bencana, yaitu memulihkan konektivitas pada masa tanggap darurat sekaligus memberikan bantuan kebutuhan pokok dan fasilitas komunikasi pada tahap pemulihan. Pendekatan dua fase ini mencerminkan bagaimana kontribusi CSR perusahaan telekomunikasi dapat disesuaikan dengan karakteristik bisnisnya, yakni konektivitas, sekaligus tetap merespons kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan XLSMART untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT, sejalan dengan proses pemulihan yang masih berlangsung di wilayah tersebut. (*)












