BeritaMasyarakat

Dari Tambang untuk Daerah: Banyuwangi Perkuat Manfaat Investasi PT BSI

7
×

Dari Tambang untuk Daerah: Banyuwangi Perkuat Manfaat Investasi PT BSI

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. (Foto: Istimewa)

CSRINDONESIANEWS  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong optimalisasi kontribusi sektor swasta sebagai bagian dari strategi mempercepat pembangunan daerah. Di antara sejumlah investasi yang memberikan dampak signifikan, kehadiran PT Bumi Suksesindo (PT BSI), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk sekaligus operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu, menjadi salah satu penggerak penting perekonomian di ujung timur Pulau Jawa.

Kontribusi perusahaan tidak hanya tercermin dari aktivitas investasi dan operasional pertambangan, tetapi juga melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan secara berkelanjutan sejak 2012.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., mengatakan program PPM PT BSI diarahkan terutama kepada masyarakat di wilayah yang berada dalam ring satu operasional perusahaan. Tiga kecamatan menjadi prioritas utama, yakni Pesanggaran, Siliragung, dan Bangorejo.

“Khusus tiga kecamatan—Siliragung, Bangorejo, dan Pesanggaran—itu istimewa karena mendapatkan porsi CSR yang lebih besar dibanding wilayah lainnya,” ujar Suyanto, yang akrab disapa Yayan, Sabtu (29/8/2026).

Nilai komitmen PPM PT BSI juga mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Dalam periode terakhir, nilai program sosial perusahaan tersebut tercatat mencapai sekitar Rp52 miliar.

Namun, kontribusi tersebut tidak diberikan dalam bentuk bantuan tunai kepada masyarakat. Pemerintah daerah memastikan program PPM diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang memiliki manfaat langsung dan berkelanjutan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, hingga dukungan terhadap sektor pendidikan.

“PPM bukan dibagikan berbentuk uang, melainkan program pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, hingga beasiswa pendidikan,” kata Yayan.

 

Kontribusi Masuk dalam Tata Kelola Daerah

Di luar program pemberdayaan masyarakat, pemerintah daerah juga menegaskan bahwa seluruh kontribusi finansial resmi dari PT BSI tercatat dan disalurkan melalui mekanisme keuangan daerah.

BACA JUGA :  Pertamina Eco RunFest 2026: Menyalakan Perubahan, Meninggalkan Nol Jejak

“Tercatat semuanya masuk ke kas daerah,” tegas Yayan.

Selanjutnya, pemanfaatan dana tersebut menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah melalui pembahasan antara pemerintah eksekutif dan DPRD Banyuwangi. Dengan mekanisme tersebut, kontribusi sektor pertambangan ditempatkan dalam kerangka tata kelola pembangunan yang lebih terukur dan transparan.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana investasi di sektor sumber daya alam dapat diarahkan agar manfaat ekonominya tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi turut memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Menyiapkan Warisan melalui Dana Abadi

Banyuwangi kini melangkah lebih jauh. Pemerintah kabupaten tengah menyusun draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD). Instrumen ini diproyeksikan menjadi salah satu strategi untuk menjaga agar manfaat ekonomi dari investasi daerah dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Banyuwangi tercatat sebagai salah satu dari lima daerah yang menjadi proyek percontohan penerapan skema Dana Abadi Daerah di Indonesia, bersama Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Bojonegoro.

Menurut Yayan, modal awal dana abadi tersebut diproyeksikan berasal dari hasil penjualan saham Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada PT BSI.

Gagasan tersebut dilandasi pertimbangan bahwa kepemilikan saham memiliki nilai yang dinamis dan berpotensi mengalami perubahan seiring perkembangan korporasi.

“Saham itu nilainya fluktuatif. Jika kelak tambang membuka anak usaha baru di tempat lain, komposisi saham Pemkab Banyuwangi berpotensi mengecil,” jelasnya.

Melalui skema dana abadi, pemerintah daerah ingin mengubah aset yang bersifat fluktuatif menjadi sumber manfaat fiskal yang lebih berkelanjutan. Pokok dana diharapkan tetap terjaga, sementara hasil pengembangannya dapat dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan.

 

Membangun Legacy untuk Generasi Mendatang

Bagi Banyuwangi, pembentukan Dana Abadi Daerah bukan semata-mata persoalan instrumen keuangan. Lebih dari itu, skema tersebut dirancang sebagai upaya meninggalkan warisan pembangunan (legacy) yang dapat terus memberikan manfaat ketika aktivitas pertambangan suatu saat berakhir.

BACA JUGA :  Aliansi Nissan-Mitsubishi Luncurkan Livina Versi Mungil

“Dana abadi menjadi solusi dan bukti bahwa kita pernah memiliki saham di tambang emas. Saat tambang itu tutup, investasi dana abadi tetap ada. Dananya utuh, sementara hasil pengembangannya yang dimanfaatkan untuk pembangunan,” pungkas Yayan.

Gagasan tersebut menempatkan investasi sumber daya alam dalam perspektif yang lebih panjang: bukan sekadar bagaimana daerah memperoleh manfaat selama tambang beroperasi, tetapi bagaimana nilai ekonomi dari sumber daya tersebut dapat dikonversi menjadi aset yang tetap produktif bagi generasi berikutnya.

Bagi Banyuwangi, keberadaan PT BSI dengan berbagai kontribusi PPM-nya menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah. Sementara Dana Abadi Daerah diharapkan menjadi jembatan agar manfaat investasi tersebut tidak berakhir bersamaan dengan berakhirnya aktivitas pertambangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *