BeritaLingkungan

Dapat CSR Antam Rp50 Juta, Desa Penaruban Purbalingga Bangun Drainase dan Irigasi untuk 30 Hektare Sawah

15
×

Dapat CSR Antam Rp50 Juta, Desa Penaruban Purbalingga Bangun Drainase dan Irigasi untuk 30 Hektare Sawah

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja, menyiapkan pembangunan drainase dan saluran irigasi yang didanai bantuan CSR PT Antam senilai sekitar Rp50 juta. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mendukung pengairan sekitar 30 hektare sawah.

CSRINDONESIANEWS — Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja, Kabupaten PURBALINGGA, mendapat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) senilai sekitar Rp50 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun drainase dan saluran irigasi di wilayah RT 2 RW 1.

Pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan November 2026. Pemerintah desa berharap proyek bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Kepala Desa Penaruban, Kamsir, mengatakan bantuan CSR tersebut diperoleh melalui komunikasi pihak desa dengan seorang anggota DPR RI yang membidangi urusan BUMN.

“Alhamdulillah untuk tahun 2026 ini kita dapat CSR dari BUMN, yaitu dari Antam, kurang lebih nominal Rp50 juta untuk pembangunan drainase atau irigasi,” kata Kamsir.

Saat ini, proyek masih dalam tahap pengecekan lokasi dan penyelesaian kelengkapan administrasi. Setelah seluruh persiapan rampung, pembangunan fisik akan segera dimulai.

Menurut Kamsir, pembangunan saluran tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian, tetapi juga mengurangi limpasan air hujan yang berpotensi menggenangi jalan dan mempercepat kerusakan infrastruktur.

“Manfaatnya untuk kelancaran air menuju ke lahan pertanian dan juga untuk mengamankan jalan agar tidak cepat rusak,” jelasnya.

Ia menyebut saluran irigasi yang akan dibangun diproyeksikan dapat mendukung pengairan sekitar 30 hektare lahan persawahan di wilayah tersebut.

Dengan cakupan lahan tersebut, pembangunan irigasi diharapkan bisa membantu kebutuhan air pertanian sekaligus mendukung aktivitas petani setempat.

Meski demikian, efektivitas pembangunan nantinya akan bergantung pada kapasitas saluran, ketersediaan sumber air, serta pemeliharaan infrastruktur setelah proyek selesai.

Pemerintah desa menargetkan pembangunan rampung dalam waktu kurang dari satu bulan. Selanjutnya, manfaat infrastruktur tersebut diharapkan dapat dirasakan petani, khususnya dalam mendukung kelancaran pengairan sawah. (*)

BACA JUGA :  Minamas Plantation Salurkan CSR Air Bersih dan Fasilitas Kesehatan di Desa Pelanjau Jaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *