CSRINDONESIANEWS – Perjuangan untuk para penyintas agar dapat bangkit dari bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan melawan pekatnya asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan masih terus dilakukan. Terlebih, banyak kelompok rentan seperti anak-anak juga lansia yang terdampak dan kondisi hidupnya berbeda pascabencana.
Memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan napas panjang dan kepedulian yang tak putus, kebaikan kemanusiaan pun terus mengalir. Pada Kamis (24/9/2026), Philanthropy Building Dompet Dhuafa di Jakarta Selatan, menjadi saksi pancaran empati yang hadir dari PT Wook Global Technology—platform B2B E-Commerce sekaligus pemilik jenama VIVAN dan ROBOT—bersama Dompet Dhuafa.
Melalui amanah senilai Rp143.960.749 yang dihimpun dari dukungan perusahaan dan partisipasi aktif para karyawan PT Wook Global Technology, bantuan ini diikhtiarkan penuh untuk memulihkan senyum para penyintas bencana di NTT dan Kalimantan. Donasi tersebut terbagi dalam dua bentuk, pertama dalam bentuk donasi Alat Tulis Sekolah senilai Rp56.880.800, kedua dalam bentuk donasi perusahaan senilai Rp87.079.949 (terdiri dari donasi melalui kanal Dompet Dhuafa Rp7.079.949 dan donasi perusahaan WOOK Rp80.000.000).
Menurut Direktur Resources Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, masa-masa setelah bencana sering kali menjadi fase yang berat. Ketika perhatian publik perlahan beralih, kebutuhan dasar penyintas untuk membangun kembali kehidupannya justru semakin mendesak. Pemulihan pascabencana pun membutuhkan kolaborasi yang kukuh agar masyarakat terdampak tidak merasa berjuang sendirian. Ia pun mengungkapkan apresiasi mendalam pada PT Wook atas kepedulian yang melampaui fase tanggap darurat ini.
“Di fase pemulihan inilah pendampingan berkelanjutan sangat krusial. Saat ini Dompet Dhuafa tengah berikhtiar menghadirkan 200 unit Rumah Sementara (Rumtara) bagi penyintas gempa NTT, yang peletakan batu pertamanya telah dimulai. Selain itu, kami juga memfokuskan pemulihan pada rekonstruksi sekolah, ruang kesehatan, sarana ibadah, serta pendorong ekonomi warga. Semoga donasi yang dipercayakan pada kami, bisa disalurkan dengan tepat, aman, dan baik. Keberkahan bagi PT Wook dan kebaikan kembali berlimpah,” tutur Etika.
Di sisi lain, kondisi di lapangan menuntut penanganan yang tanggap dan spesifik. Manager Program Dompet Dhuafa, Widodo, menjelaskan bahwa personel tim Dompet Dhuafa hingga hari ini masih bertahan di titik-titik krisis, baik di bentangan pulau Flores maupun di tengah kepungan asap Kalimantan.
“Di Kalimantan, dampak Karhutla masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Api yang belum sepenuhnya padam di kedalaman gambut serta semakin jauhnya sumber air bersih menjadi tantangan pemadaman. Hal ini juga membuat warga, terutama anak-anak dan lansia, kesulitan mendapatkan udara layak hirup. Untuk itu, kami menghadirkan program Safe House—ruang aman berfilter udara—sebagai tempat berlindung dan bernapas lega bagi warga terdampak ketika beraktivitas,” terang Widodo.
Hal ini tidak boleh berlama-lama merenggut hak anak-anak untuk meraih cita-cita. Oleh karena itu, sebagian besar dari dukungan kemanusiaan ini diwujudkan dalam bentuk paket alat tulis sekolah, memastikan proses belajar mengajar tetap berlanjut meski di tengah keterbatasan. Ia juga menambahkan bahwa aksi sosial ini menjadi ruang bagi para karyawan PT Wook untuk terlibat langsung dalam nilai-nilai kemanusiaan, tumbuh bersama masyarakat, dan menghadirkan keberkahan yang nyata.
Ketua Tim CSR dan Organizational Development & Training Management PT Wook Global Technology, Junaidi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud rasa empati mendalam seluruh insan perusahaan terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara di NTT dan Kalimantan.
“Seiring berjalan, tentu kami turut empati atas kejadian-kejadian yang menimpa masyarakat Indonesia terutama karena bencana. Dan kami mencoba mencari partner yang tepat, lalu kami melihat Dompet Dhuafa dimana-mana. Founder kami juga menyampaikan beliau senang ketika perusahaan tumbuh dan berkembang, bisa seiring dengan banyak kontribusi yang bermanfaat untuk masyarakat dan nilai manfaat yang terasa. Melalui hal seperti ini juga, kami melibatkan partisipasi aktif karyawan untuk saling peduli dengan kemanusiaan. Bantuan kami mungkin tidak bisa menyelesaikan masalah, tapi paling tidak bantuan ini bisa meringankan kebutuhan masyarakat yang berjuang dari bencana,”
“Bantuan paket sekolah ini kami gulirkan juga selain karena concern dengan bidang pendidikan, kami melihat dalam proses pemulihan ini para anak-anak sekolah rentan dalam pembelajaran. Maka kami ingin adik-adik tidak kesulitan belajar meski dalam situasi berbeda. Kami tidak ingin ada bencana, tapi kami senang kerjasama dengan Dompet Dhuafa, semoga bisa terus kerjasama dengan Dompet Dhuafa di kebaikan yang lain,” tegas Junaidi.
Sinergi kebaikan ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap ujian bencana, gotong royong dan rasa kemanusiaan adalah asa yang akan menuntun untuk bangkit dan berdaya. (*)












