BeritaKesehatan

Menjaga Ruang Belajar Tetap Aman di Tengah Kepungan Asap Karhutla

41
×

Menjaga Ruang Belajar Tetap Aman di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hingga Selasa (15/9/2026). Di tengah kondisi tersebut, aktivitas belajar-mengajar tatap muka di sejumlah sekolah tetap berjalan.

CSRINDONESIANEWS  — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hingga Selasa (15/9/2026). Di tengah kondisi tersebut, aktivitas belajar-mengajar tatap muka di sejumlah sekolah tetap berjalan.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dan tenaga pengajar yang harus beraktivitas di tengah kualitas udara yang terganggu. Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menghadirkan program Safe School di SMP Negeri 9 Sampit.

Program ini dirancang sebagai upaya sederhana untuk menciptakan ruang belajar yang lebih aman sekaligus membantu meminimalkan paparan asap karhutla di lingkungan sekolah.

“Dampak asap karhutla ini memang mengganggu dan merugikan bagi kita semua. Namun, asap juga tidak akan hilang jika kita hanya berdiam diri. Safe School menjadi salah satu upaya dan dukungan agar kegiatan belajar-mengajar tetap bisa berjalan dengan aman,” ujar Penanggung Jawab Pemadaman Karhutla Kalimantan DMC Dompet Dhuafa, Erwandi Saputra.

Sebanyak 500 masker dibagikan kepada siswa, siswi, serta tenaga pengajar sebagai perlindungan dasar selama beraktivitas di lingkungan sekolah.

Tak berhenti pada pembagian masker, DMC Dompet Dhuafa juga menyiapkan sebuah ruang khusus yang disebut Safe School atau Ruang Aman Asap. Ruangan tersebut dilengkapi kipas penyedot udara (exhaust fan), akuarium, serta sejumlah tanaman yang diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan ruangan yang lebih nyaman di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Bagi pihak sekolah, keberadaan ruang tersebut menjadi tambahan perlindungan bagi para siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Kepala SMP Negeri 9 Sampit, Jelita, S.Pd., M.M., mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, ruang aman asap dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung apabila terdapat siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

BACA JUGA :  CSR Uma Palak Lestari Berbasis Energi Bersih dan Ketahanan Pangan Sambut ASCOPE 2026

“Harapannya, ruang aman asap atau Safe School ini bisa menjadi tempat berlindung dari asap jika ada siswa-siswi kami yang mengalami gangguan kesehatan selama proses pembelajaran berlangsung,” kata Jelita.

Kehadiran Safe School menunjukkan bahwa di tengah ancaman karhutla, menjaga keberlangsungan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak untuk belajar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *