CSRINDONESIANEWS – Pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih aman dan sejahtera. Semangat inilah yang terus diperkuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui kolaborasi dengan dunia usaha dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut diwujudkan melalui bantuan perbaikan rumah bagi empat warga di Kecamatan Jatiuwung, Jumat (9/10). Program ini melibatkan dukungan PT Pura Mayungan, PT Sinar Metal, PT Mitsuba, dan PT Sinar Matahari sebagai mitra dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi kontribusi perusahaan yang telah mengambil bagian dalam program bedah rumah. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi elemen penting dalam memperluas jangkauan pembangunan, terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan perhatian lebih.
“Ke depan, Pemkot Tangerang akan terus mendorong keterlibatan dunia usaha melalui CSR guna membantu program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, kerja sama yang terbangun tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga menghadirkan solusi atas kebutuhan warga,” ujar Sachrudin di Kelompok Wanita Tani (KWT) Deskorda, Kecamatan Jatiuwung.
Rumah Layak, Awal Kehidupan yang Lebih Baik
Bagi Sachrudin, rumah memiliki makna yang jauh melampaui fungsi fisiknya sebagai tempat tinggal. Hunian yang layak menjadi ruang bagi keluarga untuk membangun rasa aman, memperoleh kenyamanan, serta menata harapan akan masa depan yang lebih baik.
“Memperbaiki rumah bukan sekadar membetulkan bangunan. Ada rasa aman yang kita hadirkan, kenyamanan yang kita kembalikan dan kesempatan bagi keluarga untuk menjalani hari-harinya dengan lebih tenang,” tuturnya.
Perspektif tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Tangerang dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang memenuhi standar kelayakan. Melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kota Tangerang, pemerintah menargetkan renovasi 1.000 rumah sepanjang 2026.
Hingga Oktober 2026, sebanyak 627 unit rumah telah selesai direnovasi, sementara 373 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. Sejak program bedah rumah dilaksanakan, sekitar 10.000 rumah warga telah diperbaiki.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hunian membutuhkan program yang berkelanjutan, dukungan sumber daya yang memadai, serta keterlibatan berbagai pihak agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.
Pentahelix untuk Dampak Sosial yang Lebih Luas
Sachrudin menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kota yang inklusif dan sejahtera. Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media perlu terus diperkuat melalui pendekatan kolaborasi pentahelix.
Menurutnya, partisipasi perusahaan melalui program CSR bukan hanya bentuk kontribusi sosial, melainkan juga bagian dari upaya bersama menciptakan pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia berharap, kolaborasi yang telah terjalin dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Keberhasilan sebuah program sosial, lanjutnya, tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya bantuan, tetapi juga oleh perubahan positif yang dirasakan penerima manfaat.
Dalam kegiatan di Kecamatan Jatiuwung tersebut, bantuan perbaikan rumah diberikan kepada Een, Piong, dan Nuryati yang berasal dari RT 03/RW 04, serta Jarot dari RT 04/RW 04.
Bagi para penerima manfaat, dukungan tersebut menjadi harapan untuk menempati rumah yang lebih aman dan nyaman bersama keluarga. Salah satu warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkot Tangerang serta perusahaan yang telah berkontribusi dalam program tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Tangerang serta perusahaan atas sokongan itu. Semoga rumah kami menjadi lebih layak dan nyaman untuk keluarga serta kebaikan tersebut membawa manfaat bagi warga lainnya,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar renovasi bangunan, program bedah rumah ini mencerminkan arti penting gotong royong dalam pembangunan. Ketika pemerintah dan dunia usaha bergerak bersama, kepedulian dapat diterjemahkan menjadi manfaat konkret yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. (*)












