BeritaAksi Korporasi

Tiga Halte Transjakarta Baru Disiapkan di Bekasi, Komsen Ditargetkan Rampung Desember 2026

7
×

Tiga Halte Transjakarta Baru Disiapkan di Bekasi, Komsen Ditargetkan Rampung Desember 2026

Sebarkan artikel ini
Desain rencana pembangunan halte Transjakarta rute B41 Cawang–Vida di kawasan Komsen, Jatiasih, Kota Bekasi. Halte tersebut akan menggunakan konsep high deck dengan bangunan berukuran 2 x 12 meter dan akses menanjak sepanjang sekitar 14 meter.

CSRINDONESIANEWS  – Upaya meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik di Kota Bekasi mulai diarahkan pada pembenahan fasilitas pemberhentian bus. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi merencanakan pembangunan tiga halte Transjakarta di Kecamatan Jatiasih pada 2026, dengan kawasan Komsen menjadi lokasi pertama yang diprioritaskan.

Pembangunan tersebut mencakup satu halte utama di kawasan Komsen dan dua halte di Cipendawa yang akan difungsikan untuk melayani penumpang keberangkatan dan kedatangan. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi publik di wilayah penyangga Jakarta.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bekasi, Soenaryo, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap. Halte Komsen ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2026, sementara pengerjaan dua halte di Cipendawa menyusul setelahnya.

“Artinya ada tiga halte yang akan dibangun. Satu halte yang besar di Komsen Jatiasih, dan di Cipendawa dua titik untuk keberangkatan dan kedatangan,” ujar Soenaryo.

Proyek ini memanfaatkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB). Dishub Kota Bekasi sebelumnya mengajukan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pembangunan halte di kedua kawasan tersebut. Namun, dana yang tersedia kini menjadi Rp400 juta.

Penentuan lokasi halte Komsen juga mengalami penyesuaian setelah Dishub melakukan survei awal atau mutual check nol (MC-0) pada 16 Oktober 2026. Survei tersebut melibatkan BJB, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Bagian Pembangunan, pihak Transjakarta, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Dari hasil peninjauan bersama itu, lokasi pembangunan ditetapkan di depan Pos Polisi Subsektor Jatiasih. Titik tersebut menggantikan rencana awal di sekitar McDonald’s Jatiasih karena lokasinya dinilai terlalu dekat dengan persimpangan dan pintu tol, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas ketika bus berhenti untuk menaikkan maupun menurunkan penumpang.

BACA JUGA :  15.605 Masyarakat Terima Manfaat TJSL PT Timah

Dari sisi desain, halte Komsen akan menggunakan konsep high deck, yakni peron dengan posisi lebih tinggi yang disesuaikan dengan karakteristik bus Transjakarta pada rute B41 Cawang–Vida.

Bangunan halte direncanakan memiliki dimensi sekitar 2 x 12 meter, dilengkapi akses jalan menanjak sepanjang kurang lebih 14 meter. Desain ini diharapkan menunjang kebutuhan operasional bus sekaligus mempermudah proses naik dan turun penumpang.

Kontrak pengerjaan antara pelaksana proyek dan BJB berlangsung selama 60 hari kalender. Meski demikian, Dishub Kota Bekasi meminta agar pembangunan dapat dipercepat, idealnya selesai dalam waktu satu bulan, untuk mengantisipasi potensi hambatan akibat musim hujan.

Percepatan pembangunan menjadi penting mengingat titik pemberhentian Transjakarta di Komsen Jatiasih selama ini belum memiliki fasilitas halte yang memadai. Penumpang masih harus mengantre di ruang terbuka, bahkan menunggu di trotoar tanpa perlindungan yang cukup dari panas maupun hujan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna transportasi publik, terutama saat jam sibuk ketika antrean semakin panjang. Padahal, titik pemberhentian ini melayani sekitar 2.000 penumpang setiap hari, dengan operasional rute B41 berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.

Dengan pembangunan halte baru di Komsen dan Cipendawa, peningkatan fasilitas transportasi publik di Jatiasih diharapkan tidak hanya menghadirkan tempat menunggu yang lebih layak, tetapi juga mendukung ketertiban lalu lintas serta mendorong masyarakat untuk semakin mengandalkan angkutan umum dalam aktivitas sehari-hari. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *