CSRINDONESIANEWS – PT. Socfindo Seumanyam siap mendukung program Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Manajer PT. Socfindo Seumanyam Ricky Irawan didampingi Tekniker I Masriadi, dan Askep Satria Winata, usai melakukan kunjungan silaturahmi dengan Bupati Safaruddin di Pendopo Bupati Abdya, Selasa (13/10/2026).
Pada pertemuan itu, Bupati Safaruddin didampingi Asisten III Setdakab Abdya, Rizal.
“Kita siap mendukung program pemerintah daerah dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan UMKM melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang kita miliki,” kata Menejer PT. Socfindo Seumanyam Ricky Irawan.
Ia menyebutkan, pihak perusahaan nantinya akan mengikuti roadmap yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Abdya dalam penyaluran dana CSR.
“Kita tentu ingin Kehadiran PT Socfindo memberikan manfaat kepada masyarakat. Kita juga sangat berharap dukungan dari Pak Bupati dan juga seluruh elemen masyarakat, sehingga penyaluran dana CSR sejalan dengan roadmap yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten III Setdakab Abdya Rizal menyampaikan bahwa Bupati Safaruddin menyambut baik niat dari pihak PT Socfindo.
Menurutnya, kehadiran perusahaan harus sejalan dengan agenda pemerintah daerah daerah, salah satunya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan UMKM di wilayah perusahaan itu beroperasi.
Apalagi, sebut Rizal, dana CSR sudah menjadi tanggung jawab sosial pihak perusahaan. Hanya saja dana tersebut harus diarahkan untuk menggerakkan ekonomi dan mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayah operasional perusahaan.
“Pak Bupati menyambut baik niat pihak PT Socfindo. Tentu kami mengucapkan terima kasih. Semoga kolaborasi ini terus berjalan, sehingga agenda pengentasan kemiskinan dapat berjalan sesuai yang kita harapkan,” ucapnya.
Rizal mengatakan bahwa pemerintah darah telah menyiapkan blueprint CSR sebagai pedoman pemanfaatan dana sosial perusahaan dalam jangka panjang.
Program itu, sebutnya, akan diarahkan sesuai kebutuhan masyarakat di desa-desa sekitar wilayah kerja perusahaan.
Ia mengatakan dana CSR dapat digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, kebutuhan rumah ibadah, pemberdayaan UMKM, hingga penanganan warga miskin.
“Pengelolaan yang tepat kita nilai dapat mengurangi beban fiskal pemerintah daerah.
Kalau dikelola dengan baik dan tepat sasaran, dana CSR itu bisa memberikan pertumbuhan ekonomi bagi wilayah kerja perusahaan” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab sosial di luar program CSR yang telah dianggarkan.
“Bantuan untuk kegiatan kepemudaan atau keagamaan, misalnya, dapat diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosialnya,” tuturnya.
Ia berharap program CSR dapat berjalan bersama pemerintah. Dinas Sosial, Dinas Koperasi, dan Baitul Mal nantinya dapat menyesuaikan program agar bantuan tidak tumpang tindih. (*)












