CSRINDONESIANEWS – PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) memperluas pertumbuhan bisnis dan manfaat sosial bagi masyarakat dan lingkungan. Komitmen diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di kawasan pesisir Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Head of Corporate Secretary Bank Aladin Syariah Ratna Wahyuni, mengatakan, keberlanjutan merupakan bagian dari cara perseroan memaknai pertumbuhan. Sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, Bank Aladin Syariah berkomitmen untuk tumbuh sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan dan kebermanfaatan sosial.
“Penanaman 1.000 mangrove di Pulau Pari ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi merupakan ikhtiar nyata kami bersama masyarakat lokal untuk membentengi pesisir dari abrasi serta mendukung penurunan emisi karbon nasional,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 20 September 2026.
Dari Pertumbuhan Bisnis ke Dampak Nyata
Ratna mengungkapkan, bagi Bank Aladin Syariah, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari kemampuan perseroan memperkuat kinerja dan memperluas layanan, tetapi juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut dapat menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Hingga kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar, dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun serta lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Pencapaian tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk terus mengembangkan bisnis secara prudent sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, Bank Aladin Syariah melihat keberlanjutan bukan sebagai agenda yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari perjalanan pertumbuhan. Kapasitas bisnis yang semakin kuat membuka ruang bagi perseroan untuk menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat lebih luas, termasuk dalam aspek sosial dan lingkungan.
Penanaman mangrove di Pulau Pari menjadi salah satu bentuk konkret dari pendekatan tersebut. Sebanyak 1.000 pohon Rhizophora yang ditanam berpotensi menyerap karbon hingga 118,44 kg CO2eq, sekaligus mendukung upaya menjaga ketahanan kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pulau Pari.
“Bagi kami, keberlanjutan berarti memastikan bahwa pertumbuhan yang kami bangun hari ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, kami ingin terus mengembangkan berbagai inisiatif yang menghubungkan kekuatan bisnis dengan kebutuhan nyata masyarakat dan lingkungan,” lanjut Ratna.

Menjaga Pesisir Sebagai Ruang Hidup Masyarakat
Pemilihan Pulau Pari sebagai lokasi program juga tidak terlepas dari pentingnya ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, keberadaan mangrove turut mendukung habitat berbagai biota pesisir dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan dan Forum Peduli Pulau Pari, program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
“Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi penting karena keberlanjutan ekosistem pesisir tidak hanya membutuhkan intervensi sesaat, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan tersebut,” kata dia.
Bagi Bank Aladin Syariah, kolaborasi dengan masyarakat lokal menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, program CSR tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan dampak yang dapat dirasakan secara lebih nyata dan berkelanjutan.
Inisiatif penanaman mangrove ini juga menjadi bagian dari dukungan Bank Aladin Syariah terhadap prinsip keuangan berkelanjutan, khususnya melalui kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13: Penanganan Perubahan Iklim dan poin 14: Ekosistem Lautan.
“Bank Aladin Syariah akan terus mengembangkan bisnis dan layanan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perseroan meyakini bahwa masa depan perbankan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan pertumbuhan, tetapi juga nilai dan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan,” ungkapnya. (*)












