CSRINDONESIANEWS – Sebanyak 18 penyuluh pertanian di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menerima bantuan motor dinas dari program CSR PT Adaro Indonesia, PT Buma dan PT Putra Persada Abadi (PPA) guna memperkuat sektor pertanian daerah.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani optimis bantuan ini dapat meningkatkan kinerja penyuluh pertanian sehingga berdampak pada peningkatan produksi pertanian.
“Sarana motor ini sangat mendukung mobilitas dan kinerja penyuluh sehingga dapat berdampak pada peningkatan produksi pertanian,” jelas Noor Rifani, Minggu (18/10/2026).
Apalagi 60 persen penduduk Kabupaten Tabalong menggantungkan hidup dari sektor pertanian dalam arti luas.
“Kalau kesejahteraan petani bisa kita tingkatkan, maka Insyaallah kemiskinan di Tabalong akan menurun. Kuncinya di situ,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Rifani memaparkan komitmen penuh Pemkab Tabalong dalam mengawal pertanian dari hulu ke hilir.
Di sektor hulu, pemerintah telah menyiapkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), bibit, normalisasi sungai menggunakan ekskavator amfibi, hingga permodalan Kredit Tabalong Semarak (KTS) dengan bunga 0 persen.
Sementara di hilir, pemerintah membeli beras petani melalui Perusahaan Daerah (Perusda) dan program zakat tani ASN.
Mewakili para penerima manfaat, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Tabalong, Khotim, menyampaikan rasa syukur dan mengingatkan para penyuluh merawat fasilitas ini dan membarenginya dengan bukti nyata peningkatan hasil panen.
“Peningkatan kinerja bukan omong kosong, harus dibuktikan dengan data dan realita,” ungkap Hotim.
Menurutnya peningkatan produksi untuk pertanaman reguler harus di angka 7,0.
Selanjutnya untuk program PMAS seluas 500 hektar, target produksinya harus 10,0 agar Tabalong tetap swasembada pangan.
CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Yuri Budhi Sujalmi, menjelaskan bahwa inisiatif bantuan motor ini bermula dari usulan Bupati Tabalong saat perumusan program CSR untuk menjawab kesulitan mobilitas penyuluh di lapangan.
“Tempat PPL itu bukan di gedung ber-AC, tapi di sawah, ladang, dan kebun karet dengan medan yang berat, apalagi saat turun hujan. Bantuan ini sangat menjawab kebutuhan penyuluh,” ujar Yuri.
Pada tahap ini, sebanyak 15 unit motor diserahkan, sementara 3 unit lainnya akan segera menyusul.
Bantuan ini menjadi bentuk simbiosis mutualisme, mengingat lebih dari 80 persen masyarakat di Ring 1 area operasional perusahaan berprofesi di sektor pertanian.
Melalui sinergi armada ini, para penyuluh diharapkan dapat bekerja lebih maksimal mengawal program pertanian daerah sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan petani secara mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Tabalong. (*)












